Sambut ASG, Disporapar Jateng Siap Gelar Desa Wisata

0
173
Kepala Disporapar Jawa Tengah Sinung N Rachmadi saat memberikan keterangan terhadap kegiatan gelar desa wisata, kemarin. Foto: Ugl

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Kegiatan unik  dan menarik dapat mendatangkan banyak pengunjung atau wisatawan  dari berbagai daerah di Kota Semarang terus dlidir dan mengalir.

Setelah Rakernas Apeksi yang dihadiri walikota seluruh penjuru tanah air dan dimeriahkan dengan Semarang Naight Carnaval (SNC). Lalu, kegiatan ajang balap motor dunia MXGP di sirkuit BSB Mijen diikuti pembalap-pembalap dari mancanegara.

Kini, disusul dengan event yang cukup besar yaitu ASG (Asean School Games) yang diikuti 10 negara Asean. Event tersebut berlangsung selama delapan hari dari  tanggal 17 -25 juli 2019.

Di tengah event ASG yang hingga kini masih berlangsung, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah selama dua hari juga menggelar kegiatan yang melibatkan banyak peserta dan memiliki daya tarik masyarakat untuk berkunjung di area potensi dari 35 kota atau kabupaten se Jawa Tengah digelar di lapangan Garnisun Jalan Dr Sutomo.

Event ini digelar selama dua hari tanggal 20 – 21 Juli 2019 berupa gelar Desa Wisata se Jawa Tengah dengan nama Gelar Desa Wisata tahun 2019 “Desaku Mandiri, Desaku Sejahtera.”

Kepala Disporapar Jawa Tengah Sinung N Rachmadi mengatakan,  bentuk kegiatan Gelar Desa Wisata ini meliputi pertunjukan seni dan budaya berbasis keunikan lokal, pameran produk unggulan desa wisata serta berbagai macam kuliner khas desa dan kampung di Jawa Tengah.

“Acara ini merupakan Gelar Desa Wisata yang ke-5 di mana sebelumnya kegiatan ini bernama Festival Desa Wisata,” kata Sinung N Rachmadi, kemarin

Dikatakannya, tema kegiatan adalah “Desaku Mandiri, Desaku Sejahtera” atau “Kampungku Mandiri, Kampungku Sejahtera” memiliki arti kebersamaan dan kegotong royongan masyarakat desa yang mampu membangun dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

Potensi tersebut, kata Sinung, baik alam, budaya dan masyarakat untuk  menjadi sebuah destinasi wisata yang unik, kreatif dan inovatif, sehingga dapat menyejahterakan kehidupan masyarakat desa.

Bentuk kegiatan berupa pameran produk, tampilan seni, acara pengelolaan Desa Wisata. Tujuan gelar desa wisata adanya event yang mewadahi desa/kampung wisata untuk mempertontonkan produk dan hasil karya masing-masing daerah.

“Adanya 35 desa/kampung wisata yang unggul dalam memamerkan produk dan karya sehingga layak untuk dijual dan dipromosikan,” tambah Sinung.

Peserta 35 desa/kampung wisata unggulan yang diusulkan oleh masing-masing dinas yang membidangi pariwisata di Kabupaten/Kota. Ugl—st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here