FOTO: Menapak Sensasi Masa Purba di Sangiran

0
207
Pengunjung serius mengamati fosil gajah purba. Ada tiga jenis gajah diperkirakan hidup sekitar 1 juta hingga 200 ribu tahun lalu di Sangiran yakni Mastodon, Stegodon, dan Elephas. Foto: yds

SRAGEN (Jatengdaily.com) – Museum purbakala Sangiran di Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen menjadi bukti jejak kehidupan manusia purba masa silam. Lokasi ini juga semakin diminati sebagai destinasi objek wisata edukasi. Tak heran dalam beberapa pekan terakhir, saat liburan sekolah Museum Sangiran padat pengunjung.

Sangiran semakin termasyur di dunia, karena fosil yang ditemukan di wilayah ini diperkirakan merupakan 50 persen dari temuan fosil di dunia dan 65 persen dari temuan di Indonesia. Setidaknya di wilayah ini ditemukan 13.685 fosil, di mana 2.931 fosil ada di museum dan sisanya disimpan di gudang penyimpanan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan beserta Kementerian Pariwisata telah mengembangkan Museum Sangiran menjadi lima klaster. Kelimanya adalah Museum Purba Sangiran Klaster Krikilan, Museum Purba Sangiran Klaster Ngebung, Museum Purba Sangiran Klaster Bukuran, Museum Klaster Purba Sangiran Dayu, dan Museum Lapangan Manyarejo.

Pemerintah menjadikan Klaster Krikilan sebagai Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, demi pengembangan ilmu pengetahuan mengenai sejarah nenek moyang manusia. Inilah beberapa koleksi Museum Sangiran Klaster Krikilan.

Koleksi museum fosil tengkorak Homo Sapiens. Ciri morfologi Homo sapiens menunjukkan karakter yang lebih berevolutif dan modern. kapasitas otak rata-rata 1.400 cc dengan atap tengkorak yang membundar dan tinggi. Penonjolan tulang kening dan alat mastikasi telah tereduksi secara massif. Foto: Jatengdaily.com/yds

__________________________________________________________

Fosil kuda nil menjadi perhatian pengunjung khususnya anak-anak. Kuda sungai purba ini diperkirakan pernah menjadikan Sangiran sebagai habitatnya sekitar 1,2 juta tahun silam. Foto: Jatengdaily.com/ yds

__________________________________________________________

Diorama Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald ahli paleontologi manusia purba dan kebudayaannya, warga Jerman yang pernah menemukan fosil Pithecanthropus erectus (anggota Homo erectus) pada tahun 1934. Foto: Jatengdaily.com/yds

__________________________________________________________

Fosil Song Keplek yang ditemukan di Punung Pacitan 7.000 tahun lalu, ini merupakan fosil ras mongoloid individu Austronesia awal. Diperkirakan merupakan cikal bakal penduduk Indonesia sekarang. Foto: Jatengdaily.com/ yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here