Fokus Pekan Ini: Mendadak Gibran Hebohkan Pilwakot Solo

0
118
Gibran Rakabuming Raka Foto: instagram @kaesangp

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Di tengah adem ayemnya percaturan Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Solo 2020, beberapa hari terakhir ini mendadak heboh dengan munculnya nama Gibran Rakabuming Raka dalam bursa. Ini tak lain karena Gibran adalah putra dari Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi).

Munculnya nama Gibran ini bermula saat Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo merilis hasil surveinya, dan menempatkan popularitas Gibran dan Wakil Wali Kota Surakarta saat ini, Achmad Purnomo pada angka tertinggi dengan 90 responden. Sedangkan Kaesang berada di peringkat ketiga dengan 86 responden. Untuk akseptabilitas, Achmad Purnomo mendapatkan angka tertinggi dengan 83 responden. Kemudian disusul Gibran, Ketua DPRD Surakarta saat ini, Teguh Prakosa, dan Kaesang.

Praktis usai munculnya hasil survei tresebut, bermunculan pendapat pro kontra. Ada sejumlah pihak yang tak mempermasalahkan seorang putra Presiden nyalon wali kota, namun juga ada yang memandang hal ini bisa menyuburkan politik dinasti, yang sejauh ini bersih di keluarga Jokowi.

Partai politik (parpol) seolah menyambut positif kemunculan nama Gibran ini. Bahkan beberapa parpol terang-terangan ingin meminang Gibran, termasuk Partai Gerindra yang jelas merupakan lawan politik Jokowi dalam Pilpres lalu. Ketua DPC Gerindra Solo, Ardianto menyatakan bila Gibran mau maju dan PDIP mengusung calon lain Gerindra siap motori Gibran.

Berkebalikan dengan yang diutarakan Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo yang menilai Gibran lebih baik belajar dulu sebelum terjun ke dunia politik. Meski tidak melarang, Rudi meminta agar Gibran melalui mekanisme partai yang berlaku, jika memang akan ikut mencalonkan diri dalam Pilkada 2020 lewat PDIP.

Keuntungan Popularitas
Bagi pengamat politik Universitas Wahid Hasyim Semarang, Joko Prihatmoko, sah dan tidak masalah pencalonan putra Presiden Jokowi sebagai Wali Kota Solo. Bahkan bagus untuk perspektif politisi muda, yang diharapkan bisa memberi contoh antikorupsi ke generasi muda lainnya.

“Putra Jokowi muda, produktif, tumbuh dan berkembang dengan lingkungan yang bersih dan baik, serta dididik untuk berjuang dari bawah. Tentu ini sangat menginspirasi munculnya bibit politisi seperti itu,” kata Joko Prihatmoko.

Menurut Joko, partai pengusungnya tentu akan memperoleh keuntungan dari sudut popularitas, akseptabilitas, dan sumber daya lain. Soal integritas dan kepemimpinan nanti dulu karena belum teruji. “Popularitas dan akseptabilitas itu modal besar dalam pilkada. Memudahkan membangun strategi,” tambahnya.

Dikatakan, lebih baik parpol mengusung calon muda seperti ini daripada mengusung calon yang tidak jelas latar belakangnya. “Apalagi mengusung bekas narapidana korupsi yang kemudian melakukan korupsi lagi, seperti Bupati Kudus Moh Tamzil,” tandas Joko Prihatmoko.

Hendri Satrio, founder lembaga survei KedaiKOPI juga berpendapat, Gibran dinilai bisa menang mudah jika benar-benar nyalon wali kota. Salah satunya karena pengaruh Jokowi masih sangat kuat.

Prediksi ini mengacu pada sejarah politik Jokowi yang pernah menembus 90% di Pilwalkot Solo. Ditambah lagi perolehan hasil Pilpres 2019 lalu Jokowi mendapatkan 82% suara di Solo. “Gibran saat ini memiliki momentum politik dan tingkat popularitas tinggi yang bisa menghantarkan dia menuju Solo 1,” kata pakar politik Universitas Paramadina ini.

Tentang perdebatan apakah ini politik dinasti atau bukan dalam sistem demokrasi, menurutnya, selama dipilih rakyat dan pemilihan berlangsung jurdil maka siapapun yang terpilih adalah sah.

Sedangkan Gibran sendiri sampai saat ini belum terfikir ke arah sana, ia baru mengisyaratkan menunggu waktu pendaftaran. “Lha wong ini tho, pembukaan pendaftaran ke KPU aja belum dibuka kok, ntar aja,” kata Gibran saat mendampingi Jokowi makan di Restoran Mbah Karto, Sukoharjo Minggu (28/7/2019).

Bagi masyarakat Solo, nama Gibran maupun Kaesang adiknya, popularitas mereka memang sudah tak diragukan lagi. Bahkan dibandingkan nama-nama kandidat lain, kedua putra Jokowi tersebut lebih populer khususnya di kalangan milenial.

Prediksi bakal menang mudah dalam Pilwakot Solo pun juga beralasan, karena membawa bekal popularitas, sebuah peluru yang mutlak dibutuhkan dalam sebuah Pilkada. Hanya saja yang kini dipertaruhkan adalah tudingan politik dinasti mau tak mau akan semakin kencang ditujukan ke keluarga Jokowi jika Gibran nantinya menjabat Wali Kota Solo. Dan, hal inilah yang dikhawatirkan bisa mengganggu kinerja Jokowi saat menjabat Presiden di periode 2019-2024. yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here