Hutan Terbakar di Gunung Sumbing Capai 42 Hektare

0
64
Kebakaran hutan di lereng Gunung Sumbing beberapa hari lalu. Foto: dok. bnpb

WONOSOBO (Jatengdaily.com) – Kebakaran hutan pada musim kemarau ini perlu diwaspadai masyarakat. Embusan angin yang kencang sering membuat titik api menjadi kobaran dan kebakaran lahan hutan.

Seperti yang terjadi pada Minggu 11 agustus 2019 lalu, bermula dari titik api pada pukul 16.50 WIB berakibat kebakaran hutan di lereng Gunung Sumbing. Karena di sertai angin kencang, api terbawa angin ke arah hutan yang penuh serasah.

Mulai muncul titik api di hutan yang berada di wilayah Desa Sukomakmur, Kajoran. Karena kondisi di puncak disertai angin yang berhembus, titik api bertambah menjadi 3 titik.

Kawasan yang terbakar merupakan lahan hutan Perhutani di lereng Gunung Sumbing, Desa Banyumudal, Sapuran, Kabupaten Wonosobo, seluas 42 hektare.

Seperti diungkapkan Wakil Administratur Perhutani KPH Kedu Utara, Bagas Avianto. jenis tanaman yang terbakar berupa tegakan rimba campur, ilalang, serasah dan padang savana berupa rumput kering.

Ia menyebutkan kebakaran tersebut terjadi di petak 28E luas 2 hektare berupa tegakan rimba campur ilalang, serasah dan petak 29-1 seluas 40 hektare berupa padang savana.

Ia menyampaikan meskipun api telah padam, petugas Perhutani masih melakukan pemantauan bersama pecinta alam, personel Polsek Sapuran, Koramil Sapuran, Kodim Wonosobo, BPBD, Dinas Kehutanan dan relawan. yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here