Dalang kondang Ki Manteb Soedarsono dalam perayaan HUT Sena Wangi. Foto: by

JAKARTA (Jatengdaily.com)- Dalam rangka ulang tahun ke 44 Sena Wangi, Menggelar Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dengan menghadirkan dalang kondang Ki Manteb Soedharsono dengan menyuguhkan lakon Sri Sadana. Updi Gedung Pewayangan Teater Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

“Sesuai tuntutan zaman, kesenian Wayang harus dikembangkan secara inklusif. Lebih terbuka terhadap nilai-nilai baru yang lebih mudah diterima masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai filosofis yang dibawanya. Masalah pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba misalnya, pesannya dapat disisipkan saat pertunjukan Wayang,” ujar Ketua Bidang Humas Sena Wangi Eny Sulistyowati.

Sementara Ketua Umum Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia Drs Suparmin Sunjoyo, mengatakan Kehadiran komunitas dan berbagai kantong budaya menjadi penting dan urgen sebagai katalisator kebudayaan; penguat ketahanan dan identitas kebangsaan.

Momentum ulang tahun ini menurut Suparmin, dapat menjadi ingatan bagi para penggiat budaya untuk terus menampilkan entitasnya sebagai elemen humaniora yang mampu menumbuhkan kepekaan nurani.

Sebagai lembaga konservasi dan inovasi seni pewayangan, lanjut Suparmin, Sena Wangi telah melakukan berbagai langkah. “Oleh karena itu, karya kesenian setidaknya dapat menjadi mata rantai ikon peradaban bangsa yang santun, terhormat, dan bermartabat. Dalam skala mikro para pelaku seni dan budaya agaknya perlu sigap menangkap berbagai momen globalisasi,” ujarnya lagi.

Sena Wangi juga telah mendorong terbentuknya sejumlah organisasi pewayangan, antara lain; PEPADI (Persatuan Pedalangan Indonesia), APA (ASEAN Puppetry Association)_ Indonesia, UNIMA (Union Internationale de la Marionnette) Indonesia, dan PEWANGI (Persatuan Wayang Orang Indonesia). by-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here