KKN Undip Desa Kedungbanjar, Sosialisasi Kesehatan Gigi bagi Ibu Hamil

0
158
Mahasiswa KKN Undip memberi sosialisasi kesehatan bagi ibu hamil di Desa Kedungbanjar, Kecamatan Taman, Pemalang. Foto: dok

PEMALANG (Jatengdaily.com) – Pengetahuan ibu hamil mengenai hal-hal berkaitan dengan ibu dan anak perlu diketahui sejak dini. Dengan begitu, ibu hamil dapat mempersiapkan yang terbaik untuk ibu dan anaknya di kemudian hari. Dari hal tersebut, Rahmania Alikhlash, mahasiswi kedokteran gigi Universitas Diponegoro menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan gigi ibu hamil agar tidak berdampak buruk pada janin.

“Mual dan muntah merupakan suatu hal yang wajar terjadi pada masa kehamilan. Menurut data American Pregnancy Association >50% wanita hamil pasti mengalami mual dan muntah. Kejadiaan ini apabila tidak diiringi dengan rutin membersihkan gigi dapat berdampak pada janin yang dikandung karena akan banyak akumulasi bakteri yang dapat menyebar ke janin sehingga dapat menyebabkan kecacatan,” ungkap Rahmania, tim II KKN Undip 2019 Desa Kedungbanjar, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, saat memberi pembekalan sejak dini ibu hamil desa setempat belum lama ini.

Menurut dia, saat kehamilan tubuh akan lebih rentan terserang penyakit. Hal ini disebabkan karena sistem kekebalan tubuh tidak hanya melindungi ibu melainkan janin juga. “Maka dari itu, Ibu hamil sangat perlu memperhatikan kesehatan gigi dan mulutnya salah satunya dengan rutin untuk konsultasi ke dokter gigi minimal sekali dalam tiap trimester,” jelasnya.

Bukan hanya mengenai kesehatan sebelum melahirkan, Cornelia Tasya dari Fakultas Psikologi memberikan pengetahuan mengenai baby blues atau fenomena yang banyak terjadi di kalangan ibu yang baru melahirkan.

“Diperlukan pencegahan sejak dini agar baby blues tidak berkembang pada tahap selanjutnya yang lebih parah, yaitu postpartum depression. Salah satu cara untuk mencegahnya adalah dengan menceritakan keluh kesah kepada orang terdekat yang dipercaya. Dengan menceritakan apa yang dirasakan, beban pikiran seorang ibu akan sedikit berkurang sehingga dapat mengurangi potensi terjadinya baby blues.” jelas Cornelia kepada ibu-ibu hamil Desa Kedungbanjar.

Pengawasan Gadget
Tim II KKN Undip Desa Kedungbanjar, juga memberikan pelatihan penggunaan gadget anak agar diawasi sejak dini. Menurut Lisa Adelin tim II KKN Undip 2019, yang juga mahasiswi Fisip Undip, pelatihan dilakukan di PAUD Bintang Langit, Desa Kedungbanjar. Dalam pelatihan, orang tua murid diberikan pengertian mengenai bahaya kecanduan gadget bagi anak terlebih pada masa emas anak pada 0-5 tahun yang akan berdampak pada masa depannya.

Tim KKN Undip Desa Kedungbanjar sosialisasi penggunaan gadget anak agar diawasi sejak dini. Foto: dok

“Orang tua juga diedukasi dengan solusi yang dapat diterapkan pada anak serta cara pencegahan sejak dini agar tidak terlambat untuk menanganinya,” kata Lisa.

Bentuk pecegahan yang dilakukan, menurut Lisa, salah satunya adalah dengan mengaktifkan mode pengawasan pada google search dan youtube yang diterapkan langsung pada handphone orang tua murid.

Pelatihan yang dihadiri oleh 43 orang murid tersebut berlangsung interaktif dan dilanjutkan oleh berdiskusi oleh pemateri. Pada akhir program, dilaksanakan pembagian sticker untuk orang tua murid serta penyerahan x-banner dan poster infografis kepada kepala sekolah PAUD Bintang Langit. Dengan adanya media x-banner dan infografis yang diletakkan di PAUD, orang tua yang menunggui anaknya dapat terpapar informasi lebih lagi mengenai penggunaan gadget bagi anak.

Selain kegiatan-kegiatan tersebut, Tim II KKN Undip di Desa Kedungbanjar juga menggelar program Pendampingan Penerapan E-Government bagi Pemerintah Desa Kedungbanjar. Kemudian Pelatihan Kepada Ibu-ibu Kader PKK Desa Kedungbanjar berkaitan dengan kesehatan dan lingkungan. Tiga pemateri, di antaranya Taufik Hidayat (Fakultas Hukum), Cornelia Tasya (Fakultas Psikologi), dan Wahyu Purnomo Adji (Fakultas Kedokteran). yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here