KKN Undip di Jamusan Temanggung, Optimalkan Kopi jadi Bahan Sabun

0
231
Mahasiswa KKN Undip Tim II 2019 Desa Jamusan, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung. Foto: dok

TEMANGGUNG (Jatengdaily.com) – Universitas Diponegoro bekerja sama dengan Kementerian Kordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melaksanakan Gerakan Nasional Revolusi Mental melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswanya. Gerakan tersebut dirangkum dalam tiga program, yaitu Indonesia Bersih, Indonesia Melayani, dan Indonesia Mandiri.

Ramot Sitorus, mahasiswa FH Undip angkatan 2016 selaku Kordes KKN Undip Tim II 2019 Desa Jamusan, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung menyampaikan, untuk menjalankan tiga program tersebut, dapat diimplementasikan melalui tujuh poin yang merupakan kegiatan wajib. Kegiatan tersebut adalah Pendampingan Izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT), Pendampingan Izin Usaha Mikro (IUM), Pengembangan Sistem Informasi Desa (SID), Optimalisasi Potensi Desa, Kegiatan bersih desa, Dokumentasi Video Kegiatan, dan Publikasi melalui media cetak dan media online.

“Dalam menjalankan kegiatan-kegiatan tersebut, yang menjadi sasaran adalah pelaku usaha atau UMKM yang ada di Desa Jamusan, masyarakat, dan perangkat desa,” ungkap Ramot Sitorus.

Dipaparkan Ramot, kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa KKN selama pelaksanaan KKN mulai dari tanggal 8 Juli hingga 20 Agustus 2019. Untuk melaksanakannya mahasiswa KKN memulai dengan melakukan survei terhadap objek-objek atau sasaran kegiatan, yang berkaitan dengan pelaksanaan program-program tersebut.

“Kegiatan survei tentunya bertujuan untuk mengetahui apa yang perlu dikembangkan, diadakan, ditambah dengan bertanya dan memperhatikan secara langsung keadaan di desa,” ungkapnya.

Menurut Ramot, dalam mengoptimalkan potensi desa, mahasiswa KKN berencana mengoptimalkan kopi hasil olahan dari desa tersebut dengan membuatnya menjadi bahan untuk membuat sabun. Hanya dengan menambahkan beberapa bahan yang sangat mudah dicari dan pastinya dengan harga yang terjangkau.

Bahan-bahan tersebut teridiri dari Soda Api, Coconut Oil, Palm Oil, Olive Oil, Minyak Zaitun, dan Kopi. Mahasiswa KKN mengetahui alat dan bahan serta cara membuatnya setelah melakukan pelatihan langsung dari Kang Denden pemilik Rumah Kopi Temanggung.

Dikatakan Ramot, Kang Denden merupakan orang yang sudah lama bekerja di bidang produksi kopi, atas kreativitasnya, dia tidak hanya memproduksi kopi seduh dengan jenis yang berbeda-beda. Namun juga membuat sabun, masker, atau produk lainnya yang berkaitan dengan kopi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan nilai ekonomi dari hasil olahan kopi.

Untuk pemasarannya, sabun dari kopi tersebut sudah dijual secara online dan memiliki banyak pelanggan tetap, seperti hotel resort dan perseorangan lainnya juga.

Selain membuat sabun dari kopi, mahasiswa KKN juga melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat lainnya di Desa Jamusan, seperti melakukan pendampingan pendaftaran pelaku usaha atau pemilik-pemilik UMKM kepada Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT). Mahasiswa KKN juga melakukan pendampingan untuk mendaftarkan usaha dari para pelaku usaha tersebut untuk mendapatkan Izin Usaha Mikro (IUM). Hal ini dilakukan untuk mempermudah para pelaku usaha menjual dan memasarkan produk dari hasil usahanya karena sudah memiliki izin dan sertifikat.

Ditambahkan, hal lain yang dilakukan adalah mengembangkan Sistem Informasi Desa (SID) yang sebelumnya tidak pernah di-update dan diisi konten atau artikel oleh perangkat desa. Kini mahasiswa KKN mengembangkan web desa tersebut dan mengisi dengan artikel-artikel kegiatan kegiatan desa lalu melatih perangkat desa untuk melanjutkan pengolahan Sistem Informasi Desa tersebut.

Mahasiswa KKN juga melakukan bersih desa untuk desa bersih, yaitu dengan membuat bank sampah. Hal ini dilakukan untuk tercapainya desa yang bersih dalam jangan waktu yang berkepanjangan, serta menghasilkan dan memberi keuntungan kepada warga desa Jamusan.

“Harapan dari kegiatan ini adalah semoga dapat mensejahterakan para pemilik UMKM, pemerintah desa, masyarakat dan warga desa. Kami juga berharap seluruh kegiatan ini diketahui dan disebarluaskan kepada orang banyak di seluruh indonesia, untuk menginspirasi sebuah gerakan kecil dalam mengembangkan sebuah desa yaitu melalui Gerakan Nasional Revolusi Mental” kata Ramot Sitorus. yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here