Para karyawan BRT Trans Semarang dengan menggunakan kostum perjuangan membantu menurunkan beberapa penumpang yang hendak turun di Halte Simpanglima Semarang. Foto: Ody

SEMARANG (Jatengdaily.com)-Semarak Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ditampilkan seluruh karyawan BRT Trans Semarang di Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 74 Tahun

Dari pantauan di lokasi, karyawan yang rata-rata para pemuda tersebut secara serentak menggunakan kostum lengkap bertema perjuangan saat melayani para penumpang bus.

Mulai dari kostum tentata Indonesia, kebaya, loreng-loreng, tentara Jepang, pramuka hingga dilengkapi iket kepala merah putih. Kostum tersebut dipakai baik para sopir, kondektur, petugas tiketing, operator sekaligus petugas armada halte dan lainnya

Uniknya kostum tersebut dilombakan oleh kepala BLU Trans Semarang guna memberikan semangat motivasi para pemuda dalam memperingati hari kemerdekaan.

“Sekitar 800 karyawan kami mengunakan kostum bertema perjuangan selama tiga hari, mulai hari ini,” kata Kepala BLU UPTD Trans Kota Semarang Ade Bhakti Ariawan saat berada di Halte Simpanglima kepada awak media, Jumat (16/8/2019).

Ia menambahkan, pemakaian kostum tersebut dilakukan selama tiga hari hingga Minggu, 18 Agustus 2019 serta diberikan kebebasan memilih kostum sesuai keinginan.

“Saya beri kebebasan mereka menggunakan berbagai kostum. Nanti dilombakan, kostum yang paling meriah dan unik akan dipilih sebagai pemenang,” katanya.

Ade menambahkan, akan ada tiga nominasi yang dipilih dengan komposisi tiga karyawan pria dan tiga karyawan wanita. Dia pun mempersiapkan hadiah sebagai bentuk apresiasi dan motivasi mereka agar turut memeriahkan kemerdekaan.

Selain itu, dalam rangka mengisi momen kemerdekaan, BRT juga memberikan layanan diskon kepada pengguna jasa yang naik BRT tepat pada hari ini, 17 Agustus. Yakni pengguna jasa hanya dikenakan ongkos Rp 74 rupiah jika mereka membayar melalui transaksi non tunai.

“Kesempatan ini hanya sehari saja saat 17 Agustus. Ini dalam rangka HUT RI,” ucapnya.

Selain itu, Ade juga menambahkan, suasana kemerdekaan di dalam armada juga turut digaungkan dengan memutar lagu-lagu nasional selama bulan Agustus untuk meningkatkan rasa nasionalisme masyarakat Kota Semarang.

“Jadi tidak ada lagu selain lagu bertema kemerdekaan yang diputar di dalam semua bus BRT,” tegasnya.

Salah satu penumpang Tukimin mengapresiasi inisiatif para petugas yang telah mengenakan berbagai kostum perjuangan.

Menurutnya, hal ini mengingatkan para anak muda agar mengetahui perjuangan para penjajah. Diharapkan para anak muda dapat meneruskan perjuangan tersebut.

“Bagus. Ini bisa memotivasi serta menginggat anak-anak muda untuk terus berjuang,” ucap laki-laki yang tinggal di Kelurahan Tandang Kota Semarang saat turun di Halte Simpanglima Semarang. Ody-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here