PCNU Berharap Koalisi Jokowi-Ma’ruf Nyambung ke Kabupaten Semarang

0
229
Ketua DPC PKB Kabupaten Semarang Badarudin memberikan sambutan di acara silaturahmi di Ponpes Roudlotul Furqon Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Rabu (14/8/2019). Foto : Budhi.

BANYUBIRU (Jatengdaily.com) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Semarang dan DPC PKB Kabupaten Semarang akan bersinergi untuk menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupten Semarang Tahun 2020. Ada kader NU yang akan didukung PCNU untuk maju pilkada 2020, karena NU tidak mau hanya menjadi penonton.

‘’Mungkin kesan sementara ini antara NU dan PKB berjalan sendiri-sendiri. Insyaallah mulai saat ini kami akan melangkah bersama, karena tidak bisa dipungkiri PKB adalah mesin politik NU. PKB dilahirkan oleh NU, sehingga sudah menjadi kewajiban kita sebagai orang tua nguramati anak,’’ ungkap Ketua Tanfidliyah PCNU Kabupaten Semarang, KH Ahmad Faozan di sela acara silaturahmi PCNU dan DPC KB Kabupaten Semarang di Ponpes Roudlotul Furqon Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Rabu (14/8/2019).

Menurut Faozan, acara tersebut bertujuan untuk mengembalikan suara PKB seperti Tahun 1999 silam. Waktu itu PKB mendapatkan 6 kursi DPRD Kabupaten Semarang. ‘’Untuk pilkada 2020, pasti ada kader NU yang akan didukung maju pilkada. Yang penting internal dulu, kalau dari PKB tidak ada, NU ada, tapi seandainya kita tidak punya, kita akan oposisi daripada hanya menjadi penonton,’’ tandasnya.

Faozan mengungkapkan, suara NU di Kabupaten Semarang berkisar 700 ribu suara. Sehingga menjadi penentu kemenangan dalam segala kancah politik di Bumi Serasi. ‘’Kenapa kita selalu kalah? Karena PKB dan NU belum pernah bersatu, insyaallah mulai hari ini kita akan rebut kekuasaan di Kabupaten Semarang,’’ beber Gus Faozan, panggilan akrab KH Ahmad Faozan.

Gus Faozan menyatakan koalisi di tingkat nasional yang mengusung Joko Widodo – Ma’ruf Amin seharusnya nyambung sampai Kabupaten Semarang. ‘’Saat ini partai apapun pasti akan mengajak NU bergandeng tangan. Mungkin saja PKB koalisi dengan PDIP, tinggal kita lihat bagaimana nanti perkembangannya,’’ ujarnya.

Ketua DPC PKB Kabupaten Semarang, Badarudin menyatakan PKB harus kembali asal usulnya bahwa PKB dilahirkan dari NU. PKB adalah alat politiknya NU. ‘’Sudah menjadi kewajiban kita yang dilahirkan oleh NU untuk kidmah dan berbakti kepada NU. Artinya kita tidak bisa berjalan sendiri, harus bersama-sama dengan NU,’’ katanya.

Menurut Badarudin, silaturahmi tersebut untuk membangun sinergitas antara NU dan PKB. Sinergitas itu tidak hanya berorientasi pada pilkada 2020 dan Pemilu 2024. ‘’Selama PKB masih ada, selama itu pula PKB punya tanggung jawab kidmah kepada NU secara institusional. Acara silaturahmi ini menjadi pijakan awal antaran NU dan PKB untuk bersatu,’’ tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPW PKB Jateng, KH Yusuf Chudlori berharap PKB dan NU bisa bersama-sama karena secara historis PKB lahir dari NU. Dia mengakui saat ini kurang silaturahmi dan komunikasi sehingga PKB dan NU kurang bisa padu. ‘’Ini momentum yang baik sekali, kita berharap pertemuan hari ini menjadi momentum awal NU dan PKB untuk selalu bersama-sama di setiap event, apalagi mendekati agenda pilkada 2020,’’ ujar Gus Yusuf, sapaan Yusuf Chudlori.

Terkait Pilkada di Kabupaten Semarang, Gus Yusuf menyatakan PKB terbuka untuk berkoalisi dengan partai apapun termasuk dengan PDIP sebagai partai pemenang Pemilu 2019 secara nasional termasuk di Kabupaten Semarang. Namun PKB juga menunggu aspirasi calon yang diusung dari NU dan para kiai untuk diproses secara organisasi.

‘’PKB di sini tidak mungkin ngusung calon sendiri, harus terbuka dengan partai pemenang pemilu maupun partai lain. Memang harapannya linier seperti koalisi di tingkat pusat, tapi ini masih penjajakan,’’ ungkapnya. rus-yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here