PSIS Belum Lepas dari Keterpurukan

0
96
Pemain Semen Padang merayakan gol kemenangan atas PSIS. Foto: zia

PADANG (Jatengdaily.com) – PSIS Semarang belum lepas dari keterpurukan, setelah kembali menelan kekalahan dalam lanjutan Liga 1 pekan ke-14. PSIS harus mengakui keunggulan tuan rumah Semen Padang 0-1 di Stadion Haji Agus Salim, Jumat (16/8/2019).

Bagi Semen Padang hasil tersebut merupakan kemenangan perdana tim berjuluk Kabau Sirah di musim ini. Sedangkan bagi PSIS, gagal bangkit dari tiga kekalahan di kandang.

Laga kedua tim berlangsung seru. Keduanya sama-sama menyerang dan menbuat peluang gol. PSIS membuka peluang terlebih dahulu pada menit ke-11. Septian David Maulana dan Hari Nur Yulianto mampu menusuk ke kotak penalti tuan rumah. Ia mampu mengecoh satu pemain sebelum melepas sepakan yang sayang masih melebar.

Semen Padang giliran mengancam tiga menit berselang. Sepakan Dedi Gusmawan dari luar kotak penalti keras meluncur ke arah gawang PSIS. Tak panik, Jandia Eka Putra sigap menepis bola.

Pada 10 menit akhir pertandingan, Semen Padang memborbardir pertahanan PSIS. Malapetaka bagi PSIS, semenit menjelang waktu normal berakhir Irsyad Maulana berhasil membobol gawan PSIS. Melalui tendangan bebas bola membentur pagar betis PSIS sehingga berbelok arah dan mengecoh kiper PSIS.

Kemenangan ini belum mampu mengangkat posisi Semen Padang dari dasar klasemen dengan baru mengumpulkan tujuh poin. Sementara, PSIS berada di peringkat ke-13 dengan 15 poin dari 13 laga.

Pelatih (caretaker) PSIS Widyantoro mengatakan timnya banyak membuang peluang. “Harusnya kami bisa ambil poin, tapi kurang beruntung. Beberapa kali pemain kami berhadapan dengan kiper tapi tidak bisa berbuah gol,” kata Widyantoro.

Widyantoro meminta maaf kepada semua elemen pecinta dan suporter PSIS yang belum memberikan kemenangan di laga ini. ” Pemain sudah berusaha maksimal di pertandingan ini. Saya atas nama pelatih minta maaf belum bisa berikan kemenangan,” pungkasnya. zia-yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here