Rektor PTKIS Diajak Serius Bersama-sama Kelola Perguruan Tinggi

0
69
Rektor UIN Walisongo Prof Dr Imam Taufik menyampaikan materi saat hadir dalam acara rapat Koordinasi Pimpinan PTKIS dan silaturrohim Rektor baru UIN Walisongo Semarang. Foto: ody

SURAKARTA (Jatengdaily.com)-  Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (Kopertais) Wilayah X Jawa Tengah, kembali menggelar rapat koordinasi bersama. Kegiatan bertajuk Rapat Koordinasi Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) dan silaturrohim Rektor baru UIN Walisongo Semarang, Senin, 12/8) dan Selasa, (13/8) bertempat di Grand HAP Hotel, Jalan Slamet Riyadi Kota Surakarta.

Sekretaris Kopertais Wilayah X Jawa Tengah,  Hasyim Muhammad mengatakan, acara tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang digelar dalam rangka melakukan tugas pokok Kopertais bidang pengawasan, pengendalian, dan pembinaan PTKIS.

“Mengacu pada paradigma baru,  penyelenggaran pendidikan tinggi harus fokus pada meningkatkan kualitas PTKIS secara berkelanjutan (substainable quality development),  otonomi perguruan tinggi, akuntabilitas, pertanggungjawaban dan kinerja yang dilakukan PTKIS daerah,” ujarnya.

Selanjutnya Mufrod Teguh Mulyo Rektor UNU Surakarta yang sekaligus Ketua Forum Komunikasi PTKIS Se Jawa Tengah menyampaikan, bahwa  pengawasan, pengendalain dan pembinaan, yang dilakukan Kopertais juga harus fokus pada problem akreditasi  yang merupakan penilaian terhadap kinerja suatu perguruan tinggi untuk menentukan kelayakannya.

“Adapun fokus selanjutnya adalah evaluasi diri yang merupakan kegiatan untuk mendapatkan kualitas yang berkelanjutan dan akuntabel,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini Rektor UIN Walisongo Semarang Prof Dr H Imam Taufiq mengaku sangat senang sekali bisa silaturrohim kepada seluruh pimpinan PTKIS, di momen baik ini ia sharing beberapa hal mengenai kegelisahan saya terhadap kemajuan masing-masing PTKIS.

Menurutnya, kepemimpinan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam sebuah organisasi terlebih dalam lembaga pendidikan. Sering sekali baik-buruknya sebuah lembaga pendidikan sebagian besar tergantung pada faktor kepemimpinannya.

Maka sebab itulah, segala bentuk organisasi pasti membutuhkan yang namanya pemimpin untuk mempimpin organisasi tersebut agar tercapai tujuan yang telah ditentukan.

“Pertanyaan besar, pemimpin lembaga pendidikan bagaimanakah yang harus dipenuhi saat ini,” tegas Prof Imam

Ia menegaskan, bahwa kepemimpinan mempunyai empat unsur yang harus dipenuhi, pertama harus mempunyai kemampuan memimpin, kedua mempunyai integritas, ketiga mempunyai komitmen dan keempat mempunyai kompetensi. Ody-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here