Tak Ada yang Perlu Dicemaskan Jika Gibran Maju Pilwakot

0
215
Gibran Rakabuming saat mendampingi Presiden Jokowi. Foto: dok.setneg.go.id

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Munculnya nama Gibran Rakabuming Raka, putra pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam bursa Pilwakot Solo menimbulkan kontroversi pendapat beberapa hari terakhir. Ada pihak yang sepakat namun juga ada yang sebaliknya menolak dengan alasan bisa ‘mengganggu’ kinerja Jokowi yang terpilih lagi sebagai Presiden 2019-2024.

Joko Prihatmoko, Dosen Unwahas Semarang. Foto: dok

Bagi pengamat politik Universitas Wahid Hasyim Semarang, Joko Prihatmoko, sah dan tidak masalah pencalonan putra Presiden Jokowi sebagai Wali Kota Solo. Bahkan bagus untuk perspektif politisi muda, yang diharapkan bisa memberi contoh antikorupsi ke generasi muda lainnya.

“Putra Jokowi muda, produktif, tumbuh dan berkembang dengan lingkungan yang bersih dan baik, serta dididik untuk berjuang dari bawah. Tentu ini sangat menginspirasi munculnya bibit politisi seperti itu,” kata Joko Prihatmoko, Jumat (2/8/2019).

Menurut Joko, partai pengusungnya tentu akan memperoleh keuntungan dari sudut popularitas, akseptabilitas, dan sumber daya lain. Soal integritas dan kepemimpinan nanti dulu karena belum teruji. “Popularitas dan akseptabilitas itu modal besar dalam pilkada. Memudahkan membangun strategi,” tambahnya.

Dikatakan, lebih baik parpol mengusung calon muda seperti ini daripada mengusung calon yang tidak jelas latar belakangnya. “Apalagi mengusung bekas narapidana korupsi yang kemudian melakukan korupsi lagi, seperti Bupati Kudus Moh Tamzil,” tandas Joko Prihatmoko.

Ihwal merugikan bakal calon lain yang merupakan kader partai, diakui Joko mungkin saja terjadi. Karena selama ini putra putri Jokowi bukan kader partai. “Tapi itu kan urusan internal partai. Dan harus diingat, mana ada partai yang menolak kalau didatangi putra Presiden untuk nyalon,” ungkapnya.

Joko Prhatmoko juga mengakui, jika terpilih peluang KKN karena Presidennya adalah bapaknya, selalu ada. Tapi hal itu tidak usah dicemaskan, karena sudah ada kontrol berlapis baik secara kelembagaan, administrasi maupun kontrol moral.

“Selama ini Jokowi dikenal bersih tentu akan menjadi role model bagi putra-putranya. Sikap Jokowi juga menciptakan atau sekurangnya mendorong iklim bersih di lingkungannya, termasuk dalam relasi politisnya. Perilaku putra-putra Presiden Jokowi selama ini juga terbukti baik dan terjaga,” tegas Joko Prhatmoko.

Banyak pihak yang meragukan kemampuan Gibran untuk memimpin Kota Solo, namun menurut Joko Prhatmoko, kemampuan terpenting yang dibutuhkan adalah manajerial. Dan sebagai pengusaha, putra sulung Presiden Jokowi terlatih memimpin usaha.

“Nilai lebihnya, pengusaha punya keberanian mengambil risiko (take risk) dan mengambil keputusan. Soal teknis pemerintahan dan administratif bisa dipelajari sambil jalan,” jelasnya.

Ditambahkan, kalau terpilih, usia Gibran 33 tahun (kelahiran 1 Oktober 1987) dan bupati terpilih dengan usia sekitar itu banyak. Di Jateng ada Moh Salim (Bupati Rembang) tahun 2010 dan Mirna Annisa (Bupati Kendal) tahun 2016 yang terpilih di usia 35 tahun

“Mereka tidak mengalami sosialisasi politik yang intens karena berasal dari keluarga bukan politisi. Dengan usia 33 tahun plus sosialisasi politik yang intens, seiring posisi bapaknya sebagai wali kota, gubernur dan presiden, saya percaya bahwa Gibran mampu memimpin dan memiliki modal politik yang kuat untuk menjalankan pemerintahan,” tutup Joko Prihatmoko. yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here