Tim II KKN Undip Dampingi Warga Rejosari Urus P-IRT

0
257
Penyerahan dokumen pengajuan nomor P-IRT oleh Tim II KKN Undip Desa Rejosari, ke Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Mahasiswa Tim II KKN Undip Semarang,di Desa Rejosari, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang melakukan pendampingan pembuatan perizinan P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga), kepada pengusaha berskala rumahan di desa setempat.

Program ini merupakan program kerja sama antara Universitas Diponegoro dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

Menurut salah seorang mahasiswa Tim II KKN Undip Desa Rejosari, Aida Nurrohmah, di zaman yang sudah serba modern ini, konsumen semakin selektif dalam membeli produk kebutuhan sehari-hari. Apalagi produk yang nantinya akan masuk ke dalam tubuh, seperti makanan.

Pemerintah, melalui Dinas Kesehatan, memastikan mutu produk yang aman di konsumsi tersebut melalui perizinan P-IRT yaitu izin bagi produk pangan berskala rumahan. Makanan yang memiliki nomor P-IRT telah menjalani sejumlah tes dari Dinas Kesehatan sehingga dapat dijamin keamanannya.

Dikatakan Aida, untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya izin P-IRT itulah maka mahasiswa Tim II KKN Undip yang diterjunkan ke Desa Rejosari melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata Revolusi Mental (KKN-RM). “Kegiatan itu berupa pendampingan pembuatan P-IRT kepada pengusaha berskala rumahan di Desa Rejosari.” tambah Aida.

Pendampingan yang dilakukan, tambah dia, berawal dari pengambilan formulir yang harus diisi pemilik usaha, proses pengajuan nomor P-IRT, dilanjutkan ke pengembalian formulir beserta dokumen pendukung, seperti KTP dan foto pemilik, ke Dinas Kesehatan kabupaten setempat.

Selanjutnya, pemilik usaha akan dihubungi untuk mendatangi penyuluhan oleh Dinas Kesehatan setempat. Setelah selesai menghadiri penyuluhan, Dinas Kesehatan akan melakukan pemeriksaan lokasi produksi, apakah produk yang diajukan lulus standar yang telah ditetapkan atau tidak. “Pemilik usaha tinggal menunggu nomor P-IRT-nya keluar apabila produknya telah lulus serangkaian uji tersebut,” ungkap Aida.

Ditambahkan, pendampingan pembuatan P-IRT ini bertujuan untuk menginspirasi pengusaha berskala rumahan lain di Desa Rejosari, untuk mendaftarkan produk pangannya ke Dinas Kesehatan.

“Sehingga ke depannya, produk pangan lokal Desa Rejosari diharapkan dapat semakin dipercaya konsumen dan dapat semakin luas dikenal masyarakat. Produk lokal ini diharapkan juga mampu menggerakkan roda perekonomian Desa Rejosari menuju desa yang mandiri secara ekonomi,” tutup Aida. yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here