Bag Pictures & Malaysia Produksi Film Horor ‘Ratu Kuntilanak’

0
29
Pemain dan kru film Ratu Kuntilanak, dalam persiapan sebelum mulai syuting film yang direncanakan tayang tahun 2020 ini. Foto: By

JAKARTA (Jatengdaily.com)- Sepertinya film ber-genre horor yang tengah digemari penikmat film menginspirasi Bagiono pemilik rumah produksi Bag Pictures.  Sebagai gebrakan perdana Bag Pictures kini tengah mempersiapkan sebuah film  horor yang diambil dari kisah nyata (true story) berjudul ‘Ratu Kuntilanak’.

Film yang akan syuting pada bulan Desember 2019 dengan mengambil lokasi syuting di Jakarta dan Bandung ini juga bekerjasama dengan perusahaan film di Malaysia.  Sementara kisah ‘Ratu Kuntilanak’ bercerita tentang seseorang yang memiliki kemampuan indra keenam (anak indigo) yang diberikan banyak ujian dalam kehidupannya yang diikuti oleh khodamnya (mahluk gaib) hingga dirinya dewasa.

“Film Ratu Kuntilanak ini berbeda dari film horror lainnya, film ini bukan ilusi tapi true story atau kisah nya yang diambil dari kehidupan anak indigo. Dan juga ada gambar-gambar dengan sosok-sosok yang diperlihatkan,” tutur HRM Bagiono SH selaku Eksekutif Produser Bag Pictures di kawasan Epicentrum, Kuningan Jakarta.

Menurut lelaki yang juga berprofesi sebagai pengacara, saat ini dirinya mengambil genre horor karena melihat perkembangan film Indonesia yang banyak diminati banyak orang.

“Horor itu mengikuti zaman dan tidak menyurut penontonnya. Tapi masyarakat melihat juga horornya, kalau disuguhinya secara menghibur lalu nuansa yang baru pasti banyak penontonnya. Tapi kalau itu – itu saja dan nggak ada yang baru, orang juga malas nontonnya,” ungkapnya.

Bagiono juga menjelaskan untuk saat ini para pemainnya belum bisa dipublikasikan karena dalam proses pemilihan bintangnya. Namun yang jelas film yang akan tayang di awal tahun 2020 mendatang ini akan dibintangi oleh artis/aktor muda berbakat.

“Untuk lebih tahu bintangnya siapa saja, nanti kita kasih tahu saat launching teasernya, sekaligus perkenalan semua para pemain Ratu Kuntilanak,” kata lelaki yang kini menjadi Ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI) dan Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Pafindo) ini.

Salah satu aktris senior, Elma Theana juga ikut bermain dalam film Ratu Kuntilanak ini mengaku awalnya menolak untuk bermain film ini, karena dirinya memiliki pengalaman pribadi yang menyeramkan, terlebih lagi dirinya juga tidak terlalu menyukai film horor.

 “Aku trauma juga, karena pernah main film horor jadi hantu di bawah pohon, ditendang hingga jatuh, padahal nggak ada orang. Dari situ aku nggak mau lagi deh main film horor. Setelah aku tanya, konteksnya drama jadi aku mau ikut main,” cerita Elma.

Disinggung dengan adanya kehadiran bintang-bintang muda yang bermunculan, Elma merasa tidak tersisihkan dengan hal itu, karena menurutnya setiap orang ataupun artis mempunyai nilai masing – masing.

“Alhamdulillah banyak juga yang masih mau dengan saya. Justru  pemain baru juga cepet muncul tapi hilangnya juga cepat. Pemain lama walaupun sudah tua, tapi masih di kangenin dan juga lebih mudah dikenalnya dibanding pemain baru,” pungkas Elma. By-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here