Dekan Fakultas Hukum Unissula Prof Dr Gunarto (kanan) menyerahkan cinderamata ke Rektor UIN Walisongo Semarang Prof Dr H Imam Taufiq MAg, Rabu (11/9/9), yang menjadi pembicara dalam kuliah umum mahasiswa baru. Foto: she

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Masalah hukum di Indonesia masih banyak. Mulai dari kasus yang menumpuk di pengadilan, hakim yang tidak adil, Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK yang banyak, dan lainnya.

Oleh karena itu, mahasiswa Fakultas Hukum (FH) yang nantinya akan menjadi penegak hukum, harus bisa bekerja untuk menegakkan keadilan. ”Ya, kuliah di Fakultas Hukum harus bisa belajar bagaimana ilmu kalian nantinya bermanfaat bagi penegakan hukum,” jelas Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Prof Dr H Imam Taufiq MAg, Rabu (11/9/9).

Dia mengatakan, saat menjadi pembicara dalam kuliah umum bagi mahasiswa baru (maba) Fakultas Hukum (FH) Unissula, dengan mengambil tema Membentuk penegak hukum yang adil, iklas, dan istiqomah.

Acara yang berlangsung di kampus Jalan Kaligawe ini dibuka oleh Dekan FH Unissula, Prof Dr Gunarto SH SE Akt MHum.

Menurut Imam, Penegakan hukum selalu dikaitkan dengan diktum keadilan. Apakah hal ini berlaku dalam konteks indonesia kontemporer, pastinya ya. Caranya, adalah dengan mengedepankan kemanusiaan dan proporsional. Oleh karena itu, keadilan adalah sebagai dasar pengambilan keputusan sebagai prinsip utama dalam penegakan hukum.

”Dan keadilan itu, ada dalam Alquran, dimana disebutkan untuk menjunjung keadilan, kemanusiaan, dan proporsional,” jelasnya.

Dia mengatakan, untuk mencapai sifat itu, mahasiswa dari sekarang harus khusuk beribadah. Sebab, berkahnya Alquran datang karena istiqomah. Jika semua itu dilakukan, maka, ilmu yang didapat akan berkah. Di satu sisi, adil harus menjadi karakter utama di kampus.

”Allah memerintahkan kita, melalui Alquran untuk melakukan keadilan dengan berbuat sesuatu yang baik. Jauh dari perbuatan keji dan mungkar,” jelasnya. she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here