Vonis 5 Tahun Penjara Buat Dua Pembunuh di Bawah Umur Kasus Desa Cerih

0
98
Dua terdakwa saat mendengarkan vonis yabg dibacakan hakim. Foto: wing

SLAWI (Jatengdaily.com)- Vonis penjara lima tahun diberikan oleh pengadilan Negeri (PN) Slawi, buat dua terpidana di bawah umur yakni NL (17), dan AI (15) pada kasus pembunuhan di Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal.

Amar putusan itu dibacakan langsung oleh Ketua Majelis Hakim, Indirawati dalam agenda vonis pidana pembunuhan yang menimpa korban N (16) di PN Slawi, Selasa (10/9/2019).

Sidang vonis itu baru dimulai pada pukul 12.45 WIB dan rampung 13.50 WIB. Sidang ini sendiri dipimpin oleh hakim Indirawati, serta dua anggota majelis hakim yakni R Eka P Cahyo dan Diana Dewiani.

“NL dan AI divonis penjara 5 tahun dan ikut program pelatihan kerja selama 4 bulan di LPKA Kutoarjo, Purworejo, Jawa Tengah,” ucap Indirawati membacakan putusan vonis.

Dalam membacakan amar putusan, Majelis Hakim menimbang, perkara ini dilakukan pemisahan berkas antara perkara anak dan dewasa.

Sehingga, Majelis Hakim memperhatikan pasal 80 ayat (3) Jo pasal 76 C UU RI no 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomer 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, UU RI Nomer 11 tahun 2012 tentang sistem peradilam pidana anak, dan UU RI nomer 8 tahun 1981 tentang hukum acara pidana.

Usai dibacakan vonis, Majelis Hakim pun sempat mempersilahkan dua terdakwa mengajukan keberatan dengan penasehat hukum.

Namun, dua kuasa hukum dari masing-masing terdakwa menyetujui hasil putusan vonis yang dibacakan Majelis Hakim.

“Saya menerima putusan itu karena perbuatan anak itu di luar batas. Jadi, kami tetap menerima karena korban meninggal dunia. Upaya kami cuman pledoi atau pembelaan terhadap tuntutan dari JPU lalu,” jelas Kuasa Hukum Terdakwa NL, Harnawan Sukma Mardian usai sidang.

Sebelumnya, dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) menyebut, pasal utama yang dipakai adalah Pasal 80 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 dengan ancaman hukumannya 15 tahun penjara.

Namun karena pelaku masih anak-anak, maka ancamannya bisa setengah hukuman dari dewasa. Pertimbangannya adalah terkait usia di bawah umur dan 2 terdakwa tersebut bukan pelaku utama.

Diketahui, kedua terdakwa NL dan AI ini secara bersama-sama dengan tiga pelaku lain Abdul Malik (20), Saiful Anwar (24), dan MS (18) membunuh NH (16) teman sepermainannya secara keji pada 26 April 2019 lalu.

Jasad korban lalu diikat dan dimasukan dalam karung di sebuah rumah kosong. Baru lima bulan berselang, jasad korban ditemukan warga dalam kondisi tinggal tulang belulang.

Motif asmara, cemburu, dan sakit hati diduga menjadi alasan kelima pelaku membunuh korban yang teman sekaligus kerabat salah satu terdakwa. Wing-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here