Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran (FK) Unissula Semarang, dengan melakukan penyuluhan pencegahan dan deteksi dini Skoliosis pada siswa dan siswi SD Sampangan 01 Semarang . Foto: she

SEMARANG (Jatengdaily.com) Sebagai bentuk tri darma perguruan tinggi (PT), akademisi tidak hanya melakukan kegiatan di bidang akademik saja. Tetapi juga penelitian dan pengabdian masyarakat. Termasuk peran dosen di PT selain mengajar mahasiswa, harus terus mengembangkan ilmunya melalui penelitian, dan menerapkan hasil penelitian tersebut melalui pengabdian kepada masyarakat.

Hal ini seperti yang dilakukan oleh Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran (FK) Unissula Semarang, dengan melakukan penyuluhan pencegahan dan deteksi dini skoliosis pada siswa dan siswi SD Sampangan 01 Semarang , Jumat (27/9/209).

Tim yang terdiri dari Nisa Febrinasari MSc Apt, Ika Buana Januarti MSc Apt, Arifin Santoso MSc Apt dan dr Afridatul Lualiyah MHPE.

Nisa Febrinasari, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat mengatakan berdasarkan penelitian, prevalensi skoliosis meningkat hingga 5% di Indonesia.

‘’Oleh karena itu, tujuan kami melakukan pengabdian masyarakat dengan tema ini adalah mengedukasi siswa dan guru akan efek bahaya kelainan skoliosis dengan pencegahan dan deteksi skoliosis sejak dini,” jelasnya, Selasa (1/10).

Menurutnya, skoliosis adalah salah satu dari kelainan bentuk tulang belakang dengan bentuk C atau S. Kelainan tulang belakang ini tidak hanya diderita oleh orang dewasa tetapi juga dapat diderita bayi dan anak-anak.

Pada anak-anak, kelainan ini dapat terjadi karena berbagai sebab, termasuk gaya hidup sehari-hari yang salah. Misalnya, karena diakibatkan oleh kebiasaan posisi duduk yang salah, kebiasaan membaca atau bermain handphone dengan posisi tiduran atau miring. Juga kebiasaan membawa tas atau beban pada salah satu pundak dan membawa beban yang berat.

‘’Pada anak-anak apabila dideteksi sejak dini, skoliosis dapat dicegah. Hal ini sangat penting, untuk mencegah menjadi lebih parah. Selain itu, dengan penanganan yang tepat maka kelainan tulang ini juga bisa disembuhkan,’’ jelasnya.

Apalagi menurutnya, pengertian ini penting diberikan kepada anak-anak, sejak dini. Hal ini diharapkan akan bisa menjadikan anak-anak mengerti dan memahami gaya hidup yang benar, untuk mencegahnya. she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here