FOTO: Waduk Cengklik Boyolali Mengering

0
200
Dasar Waduk Cengklik yang tak jauh dari pintu air sudah mengering sejak sebulan terakhir. Bongklahan tanah kering ini juga semakin meluas akibat volume air waduk yang semakin menipis. Foto: yds

BOYOLALI (Jatengdaily.com) – Waduk Cengklik di Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali semakin surut airnya, di musim kemarau bulan Oktober 2019 ini. Elevasi air diperkirakan sekitar 150 meter dpl, sedangkan batas minimum air tidak boleh dialirkan 144,27 meter dpl.

Kondisi di lokasi waduk, air terlihat hanya ada di sekitar pintu air dan bagian tengah waduk. Di pinggiran waduk sudah semakin mengering dan terlihat tanah kering. Namun dengan keringnya Waduk Cengklik justru semakin banyak dikunjungi warga.

Sejarahnya, Waduk Cengklik dibangun Belanda hasil kerja sama dengan Pura Mangkunegaran di kisaran tahun 1926-1928. Belanda mempunyai maksud khusus dengan membangun bendungan besar tersebut, yakni sebagai tandon air untuk mengairi areal pertanian tebu di sekitarnya hingga mencakup tiga kecamatan yaitu Sambi, Ngemplak, dan Nogosari.

Waduk Cengklik tepatnya berada di sebelah barat Bandara Adi Soemarmo, atau sekitar 15 kilometer baik dari pusat Kota Solo maupun Boyolali. Meskipun belum menjadi objek wisata yang tertata, namun akses transportasi relatif mudah bisa dengan sepeda motor maupun mobil.

Nelayan dengan perahunya berjalan di sela-sela air yang tersisa di Waduk Cengklik. Meskipun air menyusut, namun aktivitas para nelayan tetap berjalan. Foto: yds


Meskipun air menyusut, namun para nelayan mengaku hasil tangkapan ikan terbilang masih bagus. Sehari bisa menghasilkan sekitar 5-7 kilogram ikan nila, dan dijual Rp Rp 15 ribu/kilogram. Foto: yds


Keramba ikan terkumpul di tengah-tengah waduk, setelah air Waduk Cengklik semakin susut di musim kemarau. Sedangkan puluhan pemancing memanfaatkan bekas keramba yang tak terpakai untuk spot memancingnya. Foto: yds


Pemancing akan memanfaatkan spot memancing yang tersisa, meskipun di sekitarnya sudah terlihat dasar waduk. Mereka memancing di sela-sela tanaman enceng gondok dan bekas karamba ikan. Foto: yds


Bagi para pemburu senja, Waduk Cengklik juga menjadi sasaran kunjungan di setiap sore. Di lokasi ini kita bisa menyaksikan keindahan sunset sekaligus inframe pemandangan waduk dan Gunung Merapi-Merbabu. Foto: yds


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here