Kompor gas berbahan Pertalite buatan anggota Babinsa kelurahan Banjardowo, Kecamatan Genuk, Semarang, Serda Sodikun dan Serda Dalsono. Foto: adry

SEMARANG (Jatengdaily.com) -Anggota Babinsa kelurahan Banjardowo, Kecamatan Genuk, Semarang, bernama Serda Sodikun dan Serda Dalsono berhasil membuat kompor alternatif bertenaga bahan bakar Pertalite. Kompor tersebut diklaim sangat hemat yang setara antara 1 liter Pertalite dengan dua sampai tiga tabung gas berukuran 3 kilogram.

Menurut Dalsono pembuatan kompor tersebut sebagai alternatif bagi warga karena karena dengan modal Rp 300 ribu maka dapat dijadikan sebagai kompor alternatif. Adapun bahan yang disediakan berupa kompor gas kemudian selang, Water Pump, Toples serta lem dan gunting.

“Alatnya itu mudah didapat sehingag tinggal merangkai maka jadilah kompor alternatif yang super hemat hemat,” katanya.

Setelah barang itu ada kemudian dirangkai dengan selang berukuran 10 mm itu dimasukkan kedalam toples yang sebelumnya didalam toples sudah dimasukkan BBM Pertalite. Kemudian dihubungkan dengan Water Pump yang selajutnya disambungkan dengan listrik maka akan menimbulkan gas dari BBM Pertalite itu yang dihubungkan ke kompor gas.

“Memang sebelum kompor gas itu digunakan harus dilebarkan terlebih dahulu sepuyernya dengan menggunakan mata bor agar bisa muncrat uap dari BBM pertalite sehingga menimbulkan gas yang dimanfaatkan untuk kompor. Tetapi kalau menggunakan BBM Pertamax juga semakin baik,” imbuhnya.

Dengan penggunaan kompor tersebut, saat ini anggota Koramil 06 Genuk bisa menggunakannya untuk memasak seperti memasak mie atau menggoreng telur ketika piket malam.

Selain itu diharapkan untuk penggunaan kompor alternatif itu menggunakan bahan bakar Pertalite yang baru, karena uap yang dihasilkan semakin banyak, ataupun dengan menggunakan kapur barus sebagai pemicu uap agar semakin besar uap yang dihasilkan.

“Jadi cara kerjanya itu 1 liter Pertalite setara dengan dua tabung berukuran tiga liter. Artinya satu liter BBM itu tidak habis tetapi yang digunakan gas dari BBM Pertalite yang dipompa dengan menggunakan Water Pump sehingag menghasdilkan gas dan disalurkan ke kompor. Jadi BBM nya itu masih tetap satu liter,” tambahnya.

Penemuan kompor alternatif yang dilakukan oleh Babinsa kelurahan Banjardowo yakni Serda Sodikun dan Serda Dalsono ini berdampak positif kepada warga di kelurahan Banjardowo. Sehingga ketika warga akan membuat kompor alternatif itu meminta bantuan untuk diajari oleh kedua Babinsa tersebut.

“Biasanya warga yang sudah membeli beberapa peralatan yang akan digunakan sebagai kompor alternatif itu selalu meminta bantuan untuk merakitnya sehingga bisa digunakan,” paparnya. adry-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here