Wacana Pemekaran Semarang, Isu Dulu Biar Masyarakat Paham

0
45

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menghidupkan kembali wacana pemekaran wilayah Kota Semarang yang telah dilontarkan September lalu. Jumlah kecamatan dan kelurahan akan bertambah disesuaikan dengan jumlah penduduk wilayah tersebut.

Wacana tersebut berkembang luas dan menjadi pembicaraan kalangan masyarakat. Ada yang menerima, namun tidak sedikit pula yang mempersoalkan administrasi terkait pergantian data dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP), KK dan lain-lain.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Kadarlusman mengatakan, pelemparan isu tersebut perlu. Tujuannya agar masyarakat paham dan tidak kaget jika pemekaran sudah dalam tahap realisasi.

“Pemekaran wilayah itu prosesnya panjang. Bukan satu hingga tiga bulan langsung dilaksanakan. Masyarakat biar paham dulu,” kata Pilus, sapaan akrab Kadarlusman, Senin (7/10).

Pilus mengatakan, saat ini pemekaran Kota Semarang masih dalam tahap kajian. Setelah kajian selesai, kemudian dilanjutkan untuk pembahasan APBD. Setelah itu, barulah proses realisasi.

Dia menjamin, kajian tentang pemekaran ini sudah ditangani oleh orang-orang yang berkompeten di bidangnya masing-mading, mulai peta wilayah, pemerintahan hingga nantinya yang membahas tentang penambahan camat dan ASN yang bertugas di wilayah baru.

Terkait kekhawatiran masyarakat mengenai hal administrasi, Pilus mengatakan hal tersebut, bukanlah hal prinsip dan bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

“Mungkin banyak yang khawatir bagaimana nanti kalau mau kredit motor, mobil, urusan perbankan dan sebagainya. Tapi masyarakat jangan khawatir, proses itu bisa dipercepat,” ungkapnya.

Pilus menambahkan, pemekaran wilayah ini bertujuan agar pelayanan dan pembangunan di Kota Semarang lebih merata. Politisi PDIP tersebut mencontohkan jika Puskesmas Keliling yang berkeliling di wilayah yang populasi penduduknya banyak akan berbeda dengan wilayah yang populasi penduduknya sedikit.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sedang memantapkan kajian pemekaran wilayah Kota Semarang yang semula terdiri dari 16 kecamatan dan 177 kelurahan diwacanakan menjadi 22 kecamatan dan sekitar 250 kelurahan.

Wacana pemekaran ini sebenarnya sudah pernah digaungkan sejak 2016 silam. Namun, beberapa pihak menilai pemekaran wilayah tersebut merupakan pemborosan anggaran karena terkait infrastruktur dan distribusi pegawai. Ugl–st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here