Bawaslu Semarang Waspadai Politik Uang Saat Pilkada

0
32

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Badan Pengawasan Pemilihan Umum mewaspadai maraknya politik uang dalam Pemilihan Kepala Daerah 2020 di Kota Semarang, Jawa Tengah. Daerah-daerah rawan politik uang di Kota Semarang saat ini sedang dipetakan oleh Bawaslu setempat.

“Terkait berapa kelurahan, saat ini kami sedang memetakan. Nanti setelah Panwas kecamatan dilantik, salah satu tugasnya juga memotret data potensi rawan politik uang,” kata Ketua Bawaslu Kota Semarang, Muhammad Amin, Sabtu (30/11/2019).

Meski sedang melakukan pemetaan, bukan berarti Bawaslu belum mengantongi daerah-daerah rawan politik uang. Berdasarkan pengalaman pada Pemilihan Umum 2019, kata Amin, Bawaslu Kota Semarang mencatat ada 15 kelurahan yang rawan politik uang. “Kelurahan-kelurahan itu tersebar di tujuh sampai delapan kecamatan,” ujar Amin menegaskan.

Menurut Amin, daerah rawan politik uang di Kota Semarang kebanyakan berada di wilayah pinggiran. Misalnya, Semarang Selatan, Pedurungan, dan Genuk. “Semarang Selatan terkait proses manipulasi data, daerah perbatasan misal Pedurungan karena memang padat penduduk, dan Genuk,” beber Amin.

Demi menekan angka politik uang di Pilkada 2020, Amin berujar akan menerapkan strategi pencegahan dengan membentuk kelurahan anti-politik uang dan kelurahan pengawasan. Tokoh-tokoh masyarakat yang dulu pernah terlibat dalam pembagian politik uang digandeng Bawaslu untuk memerangi balik. “Pencegahan kami datangi satu per satu mana tokoh-tokoh yang biasa diajak kerja sama (politik uang). Itu di 2020 bisa kita coba kikis berlahan-berlahan,” ungkap Amin. adri-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here