Sejumlah narasumber dalam nonton bareng dan diskusi film yang digelar UPT Perpustakaan Unissula. Foto: she

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Kepala UPT Perpustakaan Unissula, Jafar Sodiq mengatakan, Perpustakaan di era milenial bukan hanya sebagai referensi teoritik. Namun referensi faktual kondisi sosial yang ada.

Oleh karenanya, dengan nonton bareng dan diskusi film tentang Tambakrejo bergerak bersama diharapkan bisa menggiring mahasiswa untuk tahu kondisi riil yang ada. Demikian, dikatakannya, Kamis (21/11/2019), di sela acara di atas.

“Pemutaran film bagian upaya kami melihat faktual yang ada. Film ini, kejadian nyata dunia sosial. Hasil akhir, diskusi film untuk rekomendasi dari berbagai aspek dan direferensikan ke pemangku kepentingan,” jelasnya.

Hadir dalam diskusi untuk film yang diproduseri oleh Sunu Pajar dan disutradarai Anto Galon ini adalah, dosen Undip Prof Dr Mudjahirin Thohir.

Jafar Sodiq mengatakan, kolaborasi akademika dan seniman, diharapkan bisa memberi masukan ke pemerintah terkait kondisi masyarakat yang ada. Di satu sisi, bisa dijadikan referensi bagi mahasiswa dalam penelitian. Termasuk yang mengambil mata kuliah studi kasus. Metodologi untuk membedah fakta sosial.

Menurut Sunu, film ini mengungkapkan fakta sosial di Tambakrejo, Semarang. Sedangkan persoalan masyarakat diselesaikan bukan hanya dengan teori, namun dengan melihat kenyataan yang ada. Termasuk pembangunan rumah untuk relokasi yang sedang dilakukan oleh Pemkot Semarang. she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here