Ilustarsi pemilu. Foto: adri

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah melaporkan setidaknya sudah ada 62 orang petugas pemilu di Jawa Tengah yang meninggal dunia saat melaksanakan tugas pemilu tahun 2019 ini.

Koordinator Divisi Data dan Informasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah Paulus Widiyantoro, menyatakan, hingga Selasa (30/4/2019) kemarin, dilaporkan ada 62 orang petugas yang meninggal dunia, ratusan petugas dirawat di rumah sakit, hingga puluhan petugas yang mengalami keguguran.

Jumlah korban yang mengalami musibah saat bertugas masih akan terus diupdate tiap waktunya, untuk melaporkan kondisi di lapangan. “Total ada 62 orang yang meninggal dunia. Itu data sampai Selasa (30/4/2019) pagi kemarin,” ujar Paulus, saat dikonfirmasi melalui pesan elektronik, Rabu (1/5/2019).

Berdasar data sementara dari KPU, tercatat ada 62 orang petugas yang meninggal, 568 orang yang sakit dan dirawat di rumah sakit, serta 32 petugas perempuan yang mengalami keguguran.

Jumlah korban yang mendapat musibah tersebar merata hampir di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Paulus menambahkan, sebagian korban meninggal dunia masing-masing telah mendapat santunan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah sebesar Rp 10 juta.

Penyaluran kala itu dilakukan pada Jumat (26/4/2019) lalu, yang secara simbolis diserahkan Gubernur Jawa Tengah kepada keluarga atau ahli waris korban. Sebagian korban lain yang mengalami musibah masih belum mendapat santunan.

“Saat pemberian santunan oleh gubernur, data kami yang meninggal baru ada 36 orang, sekarang sudah 62 orang,” tambahnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan santunan bagi petugas pemilu yang mengalami musibah saat menjalankan tugas pada Pemilu Serentak 2019.

Santunan secara simbolis diserahkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, kepada keluarga atau ahli waris korban di Gedung Gradika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur, Jumat (26/4/2019).

Masing-masing petugas pemilu yang meninggal mendapat santunan Rp 10 juta. Sumber uang berasal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng. adri-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here