SEMARANG (Jatengdaily.com)- Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi (PWI) Jawa Tengah Amir Machmud NS menyatakan kemampuan menulis yang dimiliki oleh alumni perguruan tinggi (PT) akan memberi nilai tambah bagi sarjana ketika berada dalam dunia kerja.
“Alumni dalam disipilin ilmu apa pun akan punya nilai tambah sekaligus menjadi pembeda dengan yang lain bila mereka membekali diri dengan kemampuan menulis. Sebab, ada nilai plus dan salah satu bekal untuk berkompetisi,” katanya dalam pembukaan Sekolah Jurnalistik PWI Jateng di Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Jumat (13/9/2019).
Fakultas Hukum Unissula bekerjasama dengan PWI Provinsi Jateng membekali mahasiswa semester akhir dengan materi jurnalistik secara komprehensif, baik teori maupun praktik.
Mahasiswa juga dibekali materi teori dan praktik penulisan pendapat hukum (legal opinion) yang diberikan oleh dosen dan praktisi hukum berpengalaman. Sekolah Jurnalistik PWI (SJPWI) Jateng yang diikuti 192 mahasiswa FH Unissula semester tersebut merupakan angkatan VIII.
Amir menyatakan sarjana hukum dengan kemampuan menulis yang baik akan mampu menyajikan legal opinion yang lebih baik.
Wakil Dekan 2 Fakultas Hukum, Arpangi SH MH, di tempat sama juga menegaskan pentingnya sarjana hukum memiliki kemampuan menulis karena keterampilan ini menjadi bagian tak terpisahkan ketika memasuki dunia kerja.
Menurutnya, dengan pelatihan jurnalistik, maka mahasiswa hukum dilatih membuat perancangan hukum (legal drafting). Misalnya membuat berita opini untuk menanggapi permasalahan hukum. Sehingga sesuai dengan norma dan aturan hukum yang ada. Sehingga tidak asal bicara dan menulis.
Di satu sisi, hal ini sangat penting dalam menghadapi dunia kerja yang akan datang. Juga menambah kompetensi, dapat sertifikat sebagai penunjang ijazah karena memiliki ketrampilan khusus.
Pada sesi pertama SJPWI Jateng itu menghadirkan dua pengajar yakni wartawan senior Sri Mulyadi dan Achmad Zaenal M. Keduanya menyajikan materi konvergensi media. she
