SOLO (Jatengdaily.com) – Sembilan ekor kebo bule ikut dalam kirab perayaan Malam 1 Suro di Keraton Kasunanan Surakarta Minggu (1/9/2019) dinihari. Kerbau keturunan Kyai Slamet ini, menjadi pengiring rombongan kirab pusaka sejauh tujuh kilometer.
Kerbau dalam kirab ini menyimbolkan masyarakat tradisional yang agraris. Dan sejauh ini kerbau tidak dapat lepas dari keraton maupun masyarakat tradisional, karena digunakan untuk transportasi, membajak sawah. Keraton banyak mengadopsi kata kerbau dalam banyak hal, seperti tradisi mahesa lawung.

Kebo bule konon merupakan hewan klangenan atau kesayangan Paku Buwono II, sejak istananya masih di Kartasura, sekitar 10 kilometer arah barat keraton yang sekarang. Foto: yds
_________________________________________________________
Kerbau bule dan Kirab pusaka Keraton Kasunanan Surakarta menjadi salah satu tujuan wisata budaya masyarakat selama ini. Mengingat bukan hanya warga Solo yang datang, namun dari berbagai daerah bahkan mereka datang berombongan mencarter bus untuk menyaksikan prosesi budaya unik tersebut. Foto: yds
_________________________________________________________
Kebo bule keturunan Kyai Slamet ini memiliki banyak keunikan, di antaranya kulitnya yang berwarna putih kemerah-merahan berbeda dengan kerbau biasa. Foto: yds
__________________________________________________________
Pusaka keraton Kasunanan Surakarta dikirab dan dibawa para abdi dalem yang tanpa alas kaki berjalan mengelilingi kawasan keraton sejauh tujuh kilometer. Foto: yds
__________________________________________________________
Kira 1 Suro ini menjadi salah satu tradisi budaya Keraton Kasunanan Surakarta yang masih diuri-uri, dan selalu mendapat sambutan meriah masyarakat setiap tahunnya. Foto: yds