Harga Selalu Anjlok, Bisnis Pertembakauan Terancam Punah

JEMUR TEMBAKAU : Sejumlah petani menjemur tembakau rajangan hasil produksinya di wilayah Kecamatan Kledung, Temanggung, belum lama ini. Foto: ist

TEMANGGUNG (Jatengdaily.com) – Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq mengaku khawatir bisnis pertembakauan di Temanggung di masa mendatang ditinggalkan para petani. Pasalnya, salah satu masalah yang dihadapi petani tembakau di Temanggung beberapa tahun terakhir, mereka tidak bisa menikmati hasil pertanian tembakau secara maksimal, karena harga tembakau di tingkat petani tak menggembirakan.

Menurut Al Khadziq, kondisi harga tembakau yang tak memihak terhadap petani, tentu harus menjadi agenda bersama, bagaimana memikirkan nasib mereka di masa depan agar tetap mau bertani tembakau. “Jika nasib petani tidak dipikirkan dan akhirnya petani tidak menanam tembakau, maka akan jadi pukulan pada dunia industri karena bahan baku rokok kretek akan kesulitan,” ungkap dia kepada awak media.

Dia mengaku menyaksikan sendiri, susahnya para petani tembakau menanam tembakau berbulan-bulan, namun demikian saat musim panen tiba, rupanya marginnya masih sangat minim.

“Marilah membangun dunia pertembakauan ini secara sportif, bersih, dan jujur. Sekarang mulailah menghindari pedagang-pedagang yang tidak jujur, pedagang yang membeli harga tinggi, tetapi tidak dibayar atau dibayar hanya separoh,” ujarnya.

Jika kondisi sudah demikian, petani tentu akan merasa selalu rugi. Jika selalu merasa dirugikan, tentu saja bisa memunculkan tindakan-tindakan tidak jujur juga, tembakau Temanggung menjadi dioplos atau dicampur-campur, hingga akhirnya banyak hasil tembakau Tembakau tidak terbeli karena pabrikan tak mau menerima. Jika kondisi itu selalu terjadi, dikhawatirkan kedepan petani semakin tak minat menanam tembakau.

Dia menuturkan sejak awal Pemerintah Kabupaten Temanggung mengajak semua mayarakat untuk kembali kepada kejayaan tembakau Temanggung seperti di masa-masa yang lalu.

Kejayaan tembakau ini penting mengingat akhir-akhir ini bukan hanya masalah kesejahteraan petani saja, tetapi juga kualitas tembakau Temanggung juga menurun, karena banyak yang mencampur dengan tembakau dari luar daerah.

Pemkab Temanggung mengaku mempunyai kepentingan untuk mempertahankan kualitas tembakau Temanggung. Dari itu pihaknya meminta petani untuk konsisten menjaga kualitas tembakau Temanggung, pedagang dan industri juga konsisten untuk mengutamakan tembakau Temanggung dan membelinya dengan harga yang pantas.

“Mari kita hindari mancampur tembakau Temanggung dengan tembakau luar daerah,” pintanya.

Pihaknya meminta para petani bisa memulai tata usaha tembakau agar berusaha sportif, tidak mencampur-campur tembakau Temanggung, sehingga tembakau Temanggung bisa kembali berjaya. Tembakau dinilainya bukan hanya masalah bertani atau berbisnis tembakau, namun juga menjadi tolak ukur harga diri masyarakat Temanggung. Terbukti sekitar 1.800 warga Temanggung tahun ini berangkat haji, terbanyak se Jawa Tengah,” beber dia.

Senada, petani tembakau di Kecamatan Kledung, Dwi Susilo menyebutkan, selama ini petani merasa dibodohi oleh pedagang dan tengkulak tembakau. Karena pembelian yang dilakukan, hanya dengan memberikan harga saja. “Sistem pembelian seperti ini sudah lama dipraktekan oleh pedagang dan tengkulak tembakau di Temanggung. Petani selalu dirugikan dengan sistem pembelian hanya dititipkan. Kami ingin pembelian dilakukan tunai,  ungkapnya.

Dengan sistem jual beli grader, kata dia, harga masih bisa berubah. Karena kadang tanpa alasan yang jelas pedagang dan tengkulak mengurangi harga dari harga kesepekatan pertama. Tidak hanya itu, kata dia, sudah harganya dikurangi, berat tembakaunya juga dipotong. Dengan sistem jual beli seperti ini, petani sepertinya tidak pernah diuntungkan, apalagi jika sudah memasuki panen raya.

Menurut dia, pedagang dan tengkulak tembakau seperti seenaknya sendiri menentukan harga tembakau. Padahal, diakhir panen raya ini kualitas tembakau semakin bagus, namun dengan berbagai macam alasan tengkulak berusaha menurunkan harga pembelian dengan serendah-rendahnya.  Setiap panen raya seperti ini, alasannya pabrik sudah handle, tidak mau beli tembakau lagi,” katanya. st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here