SEMARANG (Jatengdaily.com)-Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020 harga bawang merah di Provinsi Jawa Tengah mencapai Rp 26 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram. Harga tersebut diklaim masih stabil meski masyarakat Jateng melihatnya mengalami kenaikan signifikan, dari yang semula Rp 20 ribu-an per kilogramnya nya.
“Masih di bawah harga acuan. Kelihatan naik, karena dua bulan lalu harganya sangat anjlok. Ini seolah-olah dipandang oleh masyarakat harga naik,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri pada Kementerian Perdagangan, Suhanto Semarang, Kamis (5/12/2019).
Dia mengungkapkan harga acuan bawang merah sendiri sudah ditetapkan Kementerian Perdagangan Rp 32 ribu per kilogram yang sudah mengakomodasi kepentingan petani dan pedagang.
“Itu sudah memperhitungkan keuntungan petani dan pedagang dan tidak membebani masyarakat. Kita tidak ingin petani menjerit karena harga terlalu rendah,” jelasnya.
Secara umum, dia menjamin pasokan kebutuhan pokok masyarakat relatif aman dan stabil jelang Natal dan Tahun Baru 2020. “Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ungkap Suhanto.
Sedangkan pasokan beras di Jateng sudah cukup aman untuk tujuh bulan ke depan. Di sisi lain, stok beras untuk skala nasional juga melimpah ruah. “Kita sejak dua bulan lalu, Pemerintah baik pusat, provinsi, dan kabupaten sudah siap,” jelas Suhanto.
Meski harga masih stabil Kementerian Perdagangan tetap melakukan langkah untuk mengantisipasi meroketnya harga kebutuhan pokok.
“Kita akan penetrasi pasar, memantau pasar yang tersebar di Jateng tiap hari selama lima hari jelang Natal jateng. Apabila ada yang mulai berkurang atau harga meningkat, Pemerintah akan memenuhi dengan cara menggerakkan bahan pokok dari daerah surplus ke daerah minus,” ungkap Suhanto.
Berapa waktu Pemerintah Pusat sudah menggelar rapat koordinasi nasonal terkait pasokan kebutuhan pokok untuk Natal dan Tahun Baru. “Alhamdulillah dilaporkan kondisi bahan pokok di Jateng aman, stabil, dan harga terkendali,” tegas Suhanto. adry-she


