Jokowi pun Ikut Membatik

Presiden Jokowi menghadiri Peringatan Hari Batik Nasional, di Pura Mangkunegaran. Foto: humas provinsi Jateng

SURAKARTA  (Jatengdaily.com)– Peringatan Hari Batik Nasional, Rabu (2/10/2019), di Solo dihadiri oleh Presiden Joko Widodo. Jokowi ditemani sang ibu Negara, Iriana, hadir di Pura Mangkunegaran. Hadir juga sejumlah pejabat, mulai dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo,  Ketua Dewan Kehormatan OJK Wimboh Santoso, dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Jokowi juga meninjau kegiatan membatik massal di halaman Pura Mangkunegaran. Bahkan orang nomer satu di Indonesia tersebut turut membatik dengan menggunakan cap. Jokowi menge-cap di atas kain putih bertulisan Membatik untuk Negeri. Presiden juga berkesempatan menyerahkan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang telah mengembangkan batik.

Sementara Ganjar saat membuka acara, berdoa sebagai berikut. Allahumma ubat-ubet, bisa nyandang bisa ngliwet. Allahumma ubat-ubet, moga-moga pinaringan slamet. Allahumma kitra-kitri, sugih bebek sugih meri. Allahumma kitra-kitri, sugih sapi sugih pari.”

Doa agar tekun bekerja dan diberi kelapangan rizki, ijazah dari Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Watucongol Magelang KH Dalhar itu dilantunkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk mendoakan para perajin batik maupun tamu undangan, yang hadir dan melestarikan batik.

Doa Ganjar itu diamini oleh Presiden RI Joko Widodo, Ibu Negara Iriana Joko Widodo, istri Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla, anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE) Kabinet Kerja maupun tamu undangan.

Menurut Ganjar, upaya melestarikan dan mengenalkan batik sudah dilakukan oleh para orang tua sejak zaman dahulu. Mulai bayi dalam kandungan usia tujuh bulan, dikenalkan batik wahyu temurun dalam prosesi mitoni, dengan harapan si calon bayi kelak selalu mendapat perlindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Batik harus terus dilestarikan. ‘’Apalagi sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009,” kata Ganjar.

Presiden Jokowi pun mengakui, corak batik saat ini sudah beragam, dan dipakai di mana pun dan oleh siapa saja. Dia mengapresiasi komitmen generasi muda untuk melestarikan batik melalui muatan lokal seminggu tiga kali di sekolah.

“Tugas kita bersama untuk mengajak seluruh masyarakat dunia mengenakan batik. Agar batik ini tetap mendapat pengakuan dari UNESCO,” harap Joko Widodo. She

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version