SEMARANG (Jatengdaily.com) – Tanggal 26 Oktober merupakan Hari Kanker Payudara se Dunia. Penderita kanker ini, melekat dengan pasien para kaum wanita yang terkena kanker payudara.
Dunia Kesehatan pun disibukkan dengan pencegahan dan dideksi dini untuk memudahkan pencegahan agar pasien penderita kanker bisa diselamatkan, sehingga tak henti-hentinya dunia kesehatan terus menggencarkan sosialisasi terhadap penyakit yang menggerogoti kesehatan penderita.
Pasien kanker payudara seringkali cemas dan trauma menghadapi penyakit yang diderita.
Bukan tidak mungkin, penderita kanker payudara tidak hanya kaum hawa, bisa saja juga menimpa kaum laki-laki. Menurut Penanggung Jawab Tim Kesehatan BPSDMD Provinsi Jawa Tengah dr Liza Suryani Dewi, meski kemungkinan laki-laki terkena kanker payudara sangat kecil.
Liza mengatakan, kejadian kanker payudara pada laki-laki sangat kecil tetapi, tetap dapat terjadi, kanker payudara menimpa kaum laki-laki.
“Biasanya, pada usia tua, dapat juga pada usia berapa pun, kaum laki-laki, bisa terkena penyakit kanker payudara,” ucapnya.
Dikatakan Liza, jaringan payudara laki-laki memang sedikit dan kecil, tetapi tetap dapat saja menjadi kanker, terutama pada laki-laki yang memiliki mutasi genetik yang disebut BRCA2, memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara dan kanker prostat.

dr Liza Suryani Dewi
“Terutama bila ada anggota keluarga yang menderita kanker,” kata Liza Suryani.
Dikatakan Liza, bila pasien kanker terdiagnosis stadium awal, maka akan memiliki kemungkinan membaik lebih mudah.
“Pengobatan kanker payudara pada laki-laki adalah dengan operasi, menghilangkan jaringan payudara yang telah terjangkiti kanker, selain juga dapat menggunakan radiasi dan kemoterapi,” ucapnya.
Menurut Liza, keluhan yang dirasakan penderita, biasanya adalah penebalan jaringan payudara laki-laki, rasa tebal yang tak disertai rasa nyeri/sakit. Perubahan warna kulit kemerahan, berbenjol, atau tertarik ke dalam, kemudian tanda puting susu yang menghitam, memerah, melesak ke dalam.
Adanya cairan keluar dari puting susu, menurut Liza, perlu dicurigai ada masalah yang serius pada payudara. Risiko kejadian kanker payudara pada laki -laki meningkat, dengan ada nya usia tua.
Lebih dari 60 tahun, paparan estrogen, yang biasanya digunakan pada terapi kanker prostat, adanya keluarga yang sakit kanker payudara sindroma klinefelter yang pada anak laki laki memiliki kopi gen chromosome X nya lebih dari 1.
Testis nya pun abnormal dan memproduksi lebih rendah testosteron, mengidap sirosis hepatis, obesitas dan penyakit pada testis.
Aktivitas yang dilakukan dunia kesehatan, memperingati Hari Kanker Payudara Dunia, antara lain, sosialisasi benjolan payudara yang dilakukan oleh RS Columbia Asia di Mal Ciputra, beberapa waktu lalu.Ugl–st