Krisis Air di Lereng Gunung Slamet Butuh Penanganan Khusus

Fokus Group Discusion membahas krisis air di Lereng Gunung Slamet. Foto: wing

PEMALANG (Jatengdaily.com)-Seolah sudah menjadi agenda tahunan, setiap kali memasuki musim kemarau krisis air bersih melanda ribuan warga Lereng Gunung Slamet di wilayah Kabupaten Pemalang khususnya yang terjadi di Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosarilereng Gunung Slamet.

Hal ini dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD). Narasumber terkait dihadirkan dalam kegiatan tersebut, yaitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kabupaten Pemalang, Bappeda Pemalang, Muspika Pulosari dan Pemerintah desa Clekatakan.

Menurut Agus S Widodo yang merupakan dosen Universitas Pancasakti Tegal, kegiatan ini diikuti mahasiswa yang ingin membantu bagaimana memecahkan masalah krisis di Clekatakan ini.

Mahasiswa yang sedang melakukan KKN dan terjun langsung di tengah masyarakat, perlu berikan kontribusi untuk masyarakat, “Kebencanaan ini sudah tahunan terjadi, dan perlu diadakan diskusi supaya bisa ada jalan keluar,” katanya.

Ditambahkanya bahwa Desa Clekatakan merupakan desa yang unik dan unggul, dalam arti desa tertinggi di Kabupaten Pemalang, dan terdapat 32 item sayuran. Namun sayangnya bencana kekeringan melanda setiap tahun.

Agus Mulyadi Kasi Trantib Kecamatan Pulosari menyampaikan, kekeringan memang sudah jadi agenda tahunan di Kecamatan Pulosari. Dan terjadi di 12 desa, terdiri dari 14 titik. Sampai saat ini pemerintah terus mengupayakan solusi, dan saat ini droping air telah dilakukan oleh BPBD setiap harinya.

Sedangkan Ir Safrudin MSi Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jateng mengungkapkan, bencana seperti kekeringan ini tidak bisa dihindari karena alam. Namun bagaimana supaya ada solusi penanganan yang tepat, sehingga dampaknya bisa berkurang. wing-she

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version