Rektor Untag Semarang saat melepas wisudawan. Foto: she

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Persiapan dalam menghasilkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan revolusi industri 4,0 adalah salah satu untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi (PT).

”Sebagai lembaga pendidikan tinggi, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang selalu berusaha mengikuti perkembangan seiring dengan perubahan tuntutan masyarakat dan perkembangan Iptek. Salah satu tantangannya adalah revolusi industri 4,0. Dimana semua lini ada penggabungan teknologi otomatisasi dengan cyber,” jelas Rektor Untag Semarang Dr Drs Suparno MSi, Sabtu (28/4/2019), saat melepas wisudawan di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Untuk itu, menurutnya, secara bertahap Untag menyesuaikan sarana dan prasarana pembelajaran dalam hal teknologi informasi, internet, analisis big data, dan komputerisasi. Sehingga mampu menghasilkan lulusan yang terampil dalam aspek literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia.

Juga melakukan rekonstruksi kurikulum. Sebab PT yang responsif terhadap revolusi industri juga diharuskan melakukan desain ulang kurikulum dengan pendekatan human digital dan keahlian berbasis digital.

Di satu sisi, menurutnya, kualitas perguruan tinggi (PT) yang baik akan dihasilkan oleh lembaga pendidikan tinggi yang memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Akreditasi menjadi penentuan standar mutu dan penilaian suatu lembaga pendidikan tinggi oleh pihak luar yang independen. Akreditasi adalah upaya pemerintah untuk menstandarisasi dan menjamin kualitas lulusan PT. ”Berkaitan dengan akreditasi saat ini kami sedang mempersiapkan diri menghadapi akreditasi delapan program studi,” jelasnya.

Dalam rapat senat terbuka ini, dilepas sebanyak 1.509 wisudawan terdiri dari program Doktor, Magister, Sarjana dan Diploma III. she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here