Mahasiswa Kesehatan Undip Ajak Perilaku Masyarakat Desa dalam Mengelola Sampah

Para peserta pelatihan pengolahan sampah berfoto bersama dengan para narasumber dan para mahasiswa S2 Undip usai pelatihan yang digelar di Dukuh Rimbu Kidul Desa Rejosari Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak. Foto: Ody

DEMAK (Jatengdaily.com) Upaya pengelolaan sampah di Pedesaan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat perlu dilakukan dengan serius. Salah satunya mengubah pola pikir masyarakat, sampah bisa menjadi bahan kerajinan dan bernilai jual tinggi.

Gagasan itu dimunculkan oleh lima Mahasiswa Program Magister (S2) Promosi Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Yakni, Kusius, Retno Widyaningsih, Nuke P, Nura Ma’shumah dan Olivia Burton seorang mahasiswi dari Sydney University Australia.

Mereka kemudian mengadakan pelatihan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dengan tema “Sampahku Indah, Sampahku Investasi” di Dukuh Rimbu Kidul Desa Rejosari Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak, Selasa (24/9/2019).

Kegiatan atas kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Demak tersebut mengahdirkan ibu-ibu PKK sebagai peserta pelatihan pengelolaan sampah.

Relawan Lingkungan Kabupaten Demak dan Pendamping Forum Demak Hijau Sri Widayatuti saat memberikan praktek pengolahan sampah menyampaikan, beberapa manfaat ketika masyarakat mengolah sampah khususnya plastik.

Pertama, lingkungan menjadi bersih dan nyaman, karena sampah plastik sulit terurai. Kedua, limbah plastik bisa dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan seperti tas, dompet, piring buah, kursi dan meja dari ekobrik dan lainnya.

Selain limbah plastik, limbah kain juga bisa dimanfaatkan. Sehingga sampah-sampah yang dulunya hanya dibuang begitu saja bisa menjadi bahan kerajinan yang bernilai tinggi. “Saran saya yang penting ada kemauan dan niat,” harap Sri dihadapan para peserta.

Hal itu juga didukung oleh Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, B3 DLH Kabupaten Demak Kurnia Zauharoh. Ia mengatakan, masalah sampah menjadi perhatian serius oleh pemerintah. Diketahui Indonesia merupakan salah satu negara yang cukup besar penyumbang sampah. Maka dengan hal ini, mengubah perilaku masyarakat sadar tentang manfaat sampah sangat penting.

“Sehingga, pola pikir sekecil apapun tidak ada yang salah seseorang dalam mengelola sampah. Yang salah orang yang membuang sampah sembarangan,” tegasnya.

Ia menambahkan, keuntungan masyarakat mengelola sampah juga bisa membuat penghijauan lingkungan.

“Sekarang ini banyak masyarakat yang sudah mendirikan bank sampah. Hal ini juga bisa diterapkan di masyarakat ini. Karena manfaatkanya begitu besar selain, lingkungan menjadi bersih dan sehat juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan juga bisa dijadikan pupuk organik,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Rejosari Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak Mahmud Mugiyono mengapresiasi kegiatan ini.

“Kami siap mendukung renacana akan didirikan bank sampah sebagai pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi barang berharga di desa ini. Kami juga siap menganggarkan biaya untuk mendukung kegiatan ini,” tegasnya.

Salah satu mahasiswi, Nura Ma’shumah menyampaikan kegiatan ini dilatarbelakangi terkait pola pikir masyarakat yang sebagian besar membuang sampah di sungai dan juga sampah dibakar. Selain itu, banyak juga masyarakat yang belum memiliki jamban.

“Harapan kami kegiatan ini, bisa merubah perilaku masyarakat untuk hidup sehat. Tidak buang air besar sembarangan dan memanfaatkan sampah dengan baik,” harap Nura. Ody-she

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version