in

MAJT Usulkan ‘Dugder’ Jadi Ikon Wisata Internasional

Walikota Hendrar Prihadi, Gubernur Ganjar Pranowo, dan Prof Dr Noor Ahmad pada prosesi Dugder di MAJT. Foto:ist

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Dewan Pengurus Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) akan mengusulkan tradisi Dugder ke Menteri Pariwisata sebagai salah satu acara seni budaya nasional untuk menarik wisata internasional.

Ketua DPP MAJT, Prof Dr KH Noor Ahmad MA mengakui, Dugder yang merupakan budaya tradisi memasuki bulan Ramadan di Kota Semarang pantas diusulkan sebagai seni unggulan budaya nasional agar bisa dikenal di kancah internasional.

‘’Dugder menjelang Ramadan ini sudah menjadi ciri khas di Kota Semarang, sehingga layak diusulkan menjadi seni tradisional untuk menarik wisman banyak mengunjungi Kota Semarang,’’ tegas Prof Noor Ahmad, Minggu (5/5).

Sebelumnya Ketua MAJT ini menerima Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo untuk membacakan keputusan Suhuf Halaqoh ulama tentang awal puasa, mengatakan Dugder layak menjadi ajang wisata internasional mengingat hanya ada di Jawa Tengah, khususnya Semarang dan sekitarnya di MAJT, Sabtu kemarin.

“Tradisi ini sudah berlangsung lama secara turun temurun dan mampu mengeratkan seluruh lapisan masyarakat, tidak peduli itu muslim maupun non muslim. Bahkan simbol Warak dalam tradisi Dugder merupakan simbul multi kultural yang mampu menyatukan masyarakat dari berbagai etnis yang ada di Semarang,” ungkap Prof Dr KH Noor Achmad MA.

Prosesi budaya pembuka bulan suci Ramadan diawali dari acara adat penyambutan di Balaikota Semarang dipimpin Walikota Semarang Hendrar Prihadi SE MM. Ribuan warga Kota Semarang berkumpul di Balaikota Semarang bersuka cita menyaksikan berbagai tari Warak dan dolanan.

Warak merupakan simbol dalam tadisi Dugder berupa perpaduan wujud binatang kambing (jawa), buraq (arab) dan naga (cina). Sedangkan Dugder merupakan sebutan dari suara bedug (dug) dan meriam (der) yang dibunyikan untuk menandai mulai masuk ke bulan Ramadan.

Setelah acara budaya di Balaikota, rombongan umaro terdisi dari walikota dan pejabat Muspida berpakaian adat Semarangan naik kereta kuda menuju Masjid Besar Kauman Semarang untuk menerima keputusan ulama perihal kapan dimulainya puasa Ramadan. Hasil Halaqoh (rapat) tersebt kemudian dibawa oleh Walikota Semarang menuju Masjid Agung Jawa Tengah dan diserahkan kepada Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo SH SIP untuk kemudian dibacakan dan diumumkan untuk masyarakat seluruh Jawa Tengah bahwa dimulainya ibadah puasa Ramadan pada Senin (06/05/2019) atau sudah dimulainya ibadah salat Tarawih pada Minggu (05/05/2019) malam.

Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo didampingi Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Ketua Umum MAJT KH Noor Achmad MA dan Sekda Sri Puryono setelah mengumumkan hasil halaqoh langsung menandai dengan pukulan bedug disambut suara ledakan petasan sebagai pengganti meriam. Spontan tanda tersebut disambut luapan gembira dan riuhnya tepukan tangan. st

Written by Jatengdaily.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Buntut Penganiayaan 26 Narapidana, Kemenkum HAM: Petugas Salahi SOP, Dicopot

Sarat Sejarah, Pengging Bukan Sekadar Venue Padusan