SLAWI (Jatengdaily.com)- Memasuki musim kemarau tahun ini, sedikitnya empat desa di Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal mulai dilanda kekeringan. Merespon itu PMI setempat mengirim surat kepada Provinsi untuk melakukan persiapan dropping air bersih untuk meringankan beban warga.
Ketua PMI Kabupaten Tegal Imam Kusworo melalui Kepala Markas Sunarto mengatakan hingga saat ini sudah ad 4 Desa yang melaporkan adanya kekeringan. Desa-desa itu yakni Kertasari, Jatimulya, Harjosari dan Gembongda, semuanya di Kecamatan Suradadi.
“Terkait itu kita akan mulai melakukan distribusi air bersih. Kita sudah kirimkan surat ke PMI Provinsi untuk peminjaman mobil tangkinya,” katanya, Senin (24/6/2019).
Menurut Sunarto, rencananya distribusi air bersih akan dilakukan pada Selasa pekan depan. Adapun target penyaluran sekitar 375.000 liter.
Sunarto mengungkapkan, dari data yang dimiliki, ada 19 Desa di lima Kecamatan yang mengalami kekeringan pada 2018 lalu. Kelima kecamatan itu yakni Suradadi, Warureja, Jatinegara, Balapulang, dan Kedungbanteng.
“Tahun lalu kita melakukan dropping air bersih sebanyak 492.000 liter di lima kecamatan itu,” tandasnya.
Ditambahkan Sunarto, jumlah paling banyak yakni di Warureja sebanyak 212.000 liter kemudian Suradadi 154.000 dan Jatinegara 112.000. Sedangkan Kedungbanteng dan Balapulang masing-masing 8.000 dan 6.000 liter.wing–she


