Bangunan kios pedagang kaki lima di Jalan Barito Banjir Kanal Timur (BKT) Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Selasa (27/8/2019) siang dibongkar. Foto: Ody

SEMARANG (jatengdaily.com)- Kurang lebih 95 bangunan kios pedagang kaki lima di Jalan Barito Banjir Kanal Timur (BKT) Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, akhirnya di bongkar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang, Selasa (27/8/2019) siang.

Dari pantauan jatengdaily.com, pembongkaran menggunakan dua alat berat exavator (bego) sehingga satu persatu bangunan dirobohkan dengan cara separuh bangunan. Hal ini sebagai upaya pedagang untuk bisa menyelematkan barang-barang yang masih tersisa.

Sementara, bangunan kios yang dirobohkan ada di komplek Jalan Bugangan sebanyak 36 unit, dan di Jalan Rejosari sebanyak 59 unit. Kebanyakan dari mereka adalah dari sektor usaha bubut mesin, las, pengusaha rosok, dan penjual perkakas rumah tangga.

Beberapa petugas gabungan dari Satpol PP, Dinas Perdagangan Kota Semarang, dan Polrestabes Semarang berjaga di sekitar lokasi. Tak ada gesekan sosial yang terjadi, justru petugas membantu para pedagang mengeluarkan beberapa barang dan perabotan untuk dipindahkan.

“Sudah kami kasih batas waktu sampai 27 Agustus untuk pindah di Pasar MAJT. Karena mereka mengulur waktu maka kami robohkan paksa,” kata Fajar Purwoto, Kepada Satpol PP Kota Semarangan.

Menurutnya, kegiatan ini sesuai kesepakatan, sehingga proyek normalisasi BKT bisa segera dilanjutkan dan diselesaikan. “Kalau beralasan terus maka mundur lagi, maka kami paksa,” katanya.

Pihaknya tak merobohkan total bangunan, hanya beberapa bagian saja seperti tembok dan atas seng. Bagian lainnya, pintu, rolling door, jendela, dan kaca tidak ikut dibongkar.

“Karena kayak pintu dan rolling door kan bisa digunakan kembali saat pindahan di MAJT bagi pedagang,” katanya.

Sisa bangunan yang masih tersisa, akan kembali dibongkar dengan target akhir Agustus ini. Alasannya, para pedagang untuk bisa segera memindahkan barang-barang yang ada di reruntuhan bangunan.

Terkait lapak relokasi pedagang, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fravarta Sadman mengatakan, lokasi baru ada di MAJT. Ada 107 lapak dilengkapi dengan infrastruktur jalan, listrik dan saluran.

“Lapak kami sediakan, ada 107 lapak dengan ukuran 4×5 meter. Listrik sudah kami pasang, katanya.

Rohmadi (54) salah satu pedagang Rejosari mengaku masih butuh waktu mengangkut barang-barangnya. Dia mengaku pasrah menerima rukonya dirobohkan Satpol PP.

“Ya gimana lagi, siap saja pindah. Ini kami pilih barang-barang yang bisa dibawa ketempat baru,” katanya. Ody-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here