Pedagang Pasar Peterongan Minta Pemkot Tidak Tebang Pilih dalam Penertiban

2 Min Read
Petugas Satpol PP Kota Semarang menertibkan para pedagang di Pasar Peterongan yang berjualan di sepanjang trotoar Pasar Peterongan Kamis (12/12/2019). Foto: Ody-she

PETERONGAN- Puluhan pedagang Pasar Peterongan kembali ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang, Kamis, (12/12/2019).

Alasan dilakukan penertiban karena para pedagang masih nekad berjualan di sepanjang jalan utama pasar atau di atas trotoar jalan.

Kasatpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, kegiatan ini merupakan pembersihan terakhir sekaligus penindakan bagi pedagang yang masih nekad berjualan.

“Ini pembersihan terakhir, karena sejak awal kita tidak ada kompromi setelah pembongkaran awal banyak pedagang yang turun lagi ke jalan untuk berjualan. Sebetulnya ini ranahnya dinas perdagangan, namun karena ada permintaan dari dinas terkait dan Wali Kota Semarang maka Satpol PP turun lagi untuk menertibkan,” ujar Fajar yabg langsung memimpin penertiban di lokasi.

Setelah penertiban ini, Fajar memastikan mulai hari ini dan seterusnya tidak ada lagi pedagang yang menggelar lapaknya di jalan.

“Kalau besok masih terlihat ada pedagang yang turun, langsung kita angkut. Karena jalan ini akan segera dibangun oleh Dinas PU dan para pedagang sudah diberikan tempat oleh Dinas Perdagangan di lantai dua Pasar Peterongan,” tegasnya.

Penertiban pedagang Pasar Peterongan. Foto: Ody

Dalam penertiban tersebut, banyak para pedagang yang meminta agar ditempatkan yang layak dan aman untuk berjualan.

“Selama ini tempat relokasi yang diberikan kami belum layak untuk melanjutkan berjualan,” kata Sarmidi salah satu pedagang Pasar Peterongan.

Ia juga meminta ketegasan dari pemerintah Kota Semarang untuk tidak tebang pilih dalam merelokasi pedagang. Karena selama ini yang direlokasi baru yang sebelah barat jalan dan yang berdagang di siang hari. Sementara yang berdagang malam dan pagi hari serta yang di sebelah timur jalan belum direlokasi.

“Kami bersedia direlokasi jika sisi timur juga direlokasi, termasuk yang pedagang malam dan pagi,” tegasnya.

Menurutnya tempat relokasi yang baru ini minim pembeli sehingga barang jualannya takut tidak laku. “Itulah mengapa kami belum pindah,” katanya.
Selain itu juga terkendala instalasi air, terutama untuk pedagang ikan dan daging. Ody-she

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version