Pemutakhiran Teknologi, Kunci Tingkatkan Layanan Kesehatan

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mengungkapkan optimismenya untuk dapat terus meningkatkan pelayanan kesehatan di Kota Semarang menjadi semakin baik, salah satunya dengan mengadopsi tren revolusi Industri 4.0. 

Komitmen tersebut pun ditunjukkan dengan menginisiasi berbagai inovasi pelayanan kesehatan, melalui Dinas Kesehatan Kota Semarang. Hal tersebut disampaikan  Walikota Semarang yang juga akrab disapa Hendi dalam Rapat Kerja Kesehatan Kota Semarang di Hotel Pesonna Semarang, Senin (29/4).

Dia secara khusus menegaskan bahwa, upaya pengembangan pelayanan kesehatan di Kota Semarang yang dikerjakan, kesemuanya memiliki tujuan untuk memudahkan masyarakat. 

“Perkembangan revolusi industri 4.0 di bidang kesehatan akan memudahkan pelayanan, baik melalui pemutakhiran hardware, perancangan software untuk dapat lebih sederhana digunakan, atau juga dengan membangun sistem kontrol pelayanan”, ungkap Hendi.

“Dan semua upaya itu harus berdampak pada dua sisi, memudahkan kinerja para ASN, juga memudahkan masyarakat mengakses pelayanan,” tegasnya.

Namun ditekankan juga, meskipun ia mendorong agar selalu ada inovasi yang baru dalam pelayanan kesehatan, bukan berarti lantas menjadi ‘kejar setoran’. 

Pasalnya Hendi mengingatkan jika kesiapan sumber daya manusia baik di dalam Pemerintah Kota Semarang maupun masyarakat sebagai pengguna layanan kesehatan, harus selalu menjadi pertimbangan terbesar.

“Maka sebelum melangkah terlalu jauh, pastikan aplikasi-aplikasi yang ada di Dinas Kesehatan hari ini, seberapa jauh dikenal masyarakat, pemakainya di kota semarang seberapa banyak. Itu harus menjadi evaluasi,” pesannya.

Adapaun Dinas Kesehatan Kota Semarang sendiri pada saat ini telah memiliki sejumlah sistem serta aplikasi yang memudahkan warga untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Di bawah kepemimpinan Hendi sebagai Walikota, Dinas Kesehatan Kota Semarang telah meluncurkan berbagai inovasi, antara lain Pustaka (Puskesmas Tanpa Antrian Kota Semarang), Konter (Konsultasi Dokter), Ambulans Hebat, dan UHC (Universal Health Coverage).

Hendi pun mengungkapkan jika kemajuan pelayanan kesehatan di Kota Semarang tersebut tidak terlepas dari komitmen semua stakeholder dalam memperbaiki dan meningkatkan pelayanan kesehatan. 

”Jadi rumah sakit swasta, rumah sakit pemerintah, NGO, BPJS, PMI, Kepala Dinasnya semuanya mencoba memberikan yang terbaik. Semuanya berperan bagaimana pelayanan agar berlangsung dengan baik”, ungkap Hendi.

Senada dengan apa yang diungkapkan Hendi, Widoyono, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang juga menyampaikan optimismenya bila Dinas Kesehatan akan mampu menghadapi Revolusi Industri 4.0.  

Pihaknya telah juga telah menggagas layanan kesehatan seperti mesin atm,  dimana warga nantinya dapat mengakses rekam medis dan berkonsultasi keluhan penyakit.

Optimisme tersebut salah satunya karena komitmen pemerintah & walikota dalam menyiapkan anggaran kesehatan. Rasio anggaran kesehatan jika dibandingkan APBD sebesar 6.1%, kemudian ditambah anggaran rumah sakit, sekitar 7%.

“Jadi total anggaran kesehatan Kota Semarang sebesar 13%, ini jauh melampaui ketentuan UU yang mensyaratkan minimal rasio APBD sebesar 10%.”ungkap Widoyono.ugl–st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here