SEMARANG (Jatengdaily.com)- Ledakan yang terjadi di gudang penyimpanan bahan peledak sisa perang milik Markas Komando (Mako) Brimob, Srondol, Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu 14 September 2019, akhir pekan lalu, terkait penyebabnya masih belum dapat dipastikan.
Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Kapolda Jawa Tengah menyatakan bahwa timnya belum bisa melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Tim kami belum diperkenankan masuk ke area ledakan oleh tim ahli penjinak bom,” ungkapnya saat ditemui di Mapolda Jateng, Rabu (18/9/2019).
Dijelaskan juga, saat ini pihaknya sedang melakukan proses disposal (pemusnahan) bahan peledak yang masih tersisa di dalam gudang. Disposal dilakukan di wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang.
“Sejumlah bahan peledak yang masih utuh perlu dilakukan disposal. Kami lakukan di tempat yang aman,” ungkapnya.
Sejak hari pertama pasca ledakan, pihaknya sudah melakukan disposal 7 bahan peledak. Selanjutnya di hari yang lain sebanyak 9 bahan peledak juga telah dilakukan disposal.
“Setelah ledakan kami lakukan disposal sebanyak 7, kemudian kemarin 9 unit, berarti sudah ada 16 unit yang sudah dilakukan disposal. Kalau semuanya ada 40 unit,” terangnya.
Diketahui, ledakan tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga rusak. Setidaknya ada 44 rumah yang rusak. Saat ini tim Polda Jawa Tengah sedang memperbaiki rumah warga yang rusak.Juga satu anggota Brimob yang terluka, namun sudah rawat jalan. adry-she
