Profesor Ujung Tombak Pembaruan

Edy Lisdiyono

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Jabatan guru besar memiliki konsekuensi yang tidak ringan bagi dosen yang mendapat amanah mengemban tugas itu. Selain karena kepakarannya yang sangat dibutuhkan secara luas, seorang profesor adalah ujung tombak pembaruan untuk melahirkan banyak inovasi.

”Selain mengajar, guru besar juga mengerjakan penelitian mendalam. Muaranya juga untuk sumbang saran kemajuan zaman dan peradaban.  Terlebih lagi ini memasuki era revolusi digital yang tentunya menuntut dilahirkan banyak karya dan pemikiran yang semakin berkualitas,” tutur guru besar ilmu hukum Untag, Prof Dr Edy Lisdiyono, kemarin.

Dekan Fakultas Hukum (FH) Kampus Merah Putih (sebutan Kampus Untag Semarang) itu bagian dari dosen yang kini menyandang jabatan profesor. Kendati pun masih baru menyandang predikat ini, dia menyatakan sikapnya akan menjadi bagian dari menumbuhkan perubahan dan melahirkan pemikiran yang strategis untuk kemajuan ilmu dan pengetahuan.

Muaranya, negara ini dengan ragam karya anak bangsanya akan bisa berdiri sejajar dengan pihak lain membangun peradaban yang lebih baik. Untag juga sedang mempersiapkan upacara pengukuhan untuk jabatan yang kini disampirkan di pundaknya sebagai rujukan keilmuan.  Alumnus Untag itu juga telah resmi menerima SK pengangkatan profesor dari Kemenristekdikti yang dilanjutkan agenda pengukuhan pada 5 Agustus mendatang.

Sementara itu Rektor Untag Dr Drs Suparno MSi mengakui, kampus Untag kini diisi barisan para guru besar untuk semakin mendukung mutu pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

”Dengan bertambahnya dosen yang berkualifikasi profesor maka Untag diharapkan semakin berkembang dan lebih maju lagi,” papar Suparno. st

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version