Rumusan Kongres Perempuan Jateng Diharapkan jadi Rujukan Nasional

SEMARANG (Jatengdaily.com) -Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga menyambut positif dengan diadakannya Konggres Perempuan Jawa Tengah I. Pasalnya, lewat kongres ini diharapkan persoalan-persoalan yang menimpa kaum perempuan di Jateng dan nasional umumnya, bisa dicari solusinya.

Misalnya, masalah tenaga kerja Indonesia (TKI), khususunya TKW. ”Kami melakukan pelatihan-pelatihan ketrampilan bagi mereka, untuk memprotek mereka. Sehingga menjadi tenaga terampil. Mudah-mudahan rumusan dari kongres bisa bermanfaat dan jadi rujukan bagi pemberdayaan perempuan di Jateng dan juga di Indonesia,” jelasnya, saat membuka acara Kongres Perempuan Jawa Tengah I yang berlangsung dua hari, Senin dan Selasa (25-26) di Kota Semarang.

Hadir juga Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Ganjar menyampaikan bahwa ada banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan dalam kongres ini. Sebab, di Jateng masih ada 8.640 perempuan yang melapor ke dirinya mengalami kekerasan berbasis gender, lebih 50 persen Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) di Jawa Tengah tidak memiliki akta nikah, 78 persen bercerai karena mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), masih adanya perempuan di Jateng yang buta huruf dan lainnya.

Meski begitu Ganjar juga mengatakan, jika saat ini peluang untuk maju dan menunjukkan diri bagi kaum perempuan terbuka lebar. ”Tidak melihat kamu siapa, tetapi apa yang bisa kamu perbuat,” jelasnya.

Selain itu, Ganjar juga berharap agar kaum perempuan dilibatkan dalam menyampaikan aspirasinya. Mulai dari tingkat musyawarah desa, sampai nasional. Sehingga mereka akan terbiasa menyampaiakn aspirasi dalam forum.

Ganjar menjelaskan Kongres Perempuan diperlukan karena diharapkan bisa menjadi solusi segala persoalan yang ada sekaligus untuk mempersiapkan perempuan menghadapi perubahan zaman agar mereka berdaya.

“Jika mereka tidak terlatih tidak bisa, sementara dunia persaingan semakin ketat. Banyak pintu yang bisa diberikan dengan keahlian yang dimiliki dari mereka yang sudah sukses atau para pendahulu. Harapannya di kongres ini dapat dirumuskan, sehingga banyak akses untuk mereka terhadap ekonomi, pendidikan, dan kesehatan,” katanya.

“Kami tunggu rekomendasi yang dihasilkan dari Kongres Perempuan Jateng I,” kata Ganjar.

Hadir juga Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jateng Siti Atikoh, dan Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Prov Jateng Nawal Arafah yang juga selaku panitia Kongres Perempuan Jateng I, Kepala Dinas Pemberadayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Retno Sudewi dan sejumlah nara sumber. she

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version