SOLO (Jatengdaily.com) – Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Putri Cempo, Mojosongo Solo selama tiga hari, memang sudah berhasil dikendalikan. Namun hinggakini masih dilakukan pendinginan untuk menghindari munculnya api lagi.
Kebakaran di TPA yang terletak di bagian utara Kota Solo ini, terjadi mulai Senin (29/7/2019) siang hingga Rabu (31/7/2019). Puluhan mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengendalikannya, namun baru tiga hari berselang bisa diatasi.
Kendati demikian, hingga kini masih terlihat asap dari gunungan sampah yang terbakar tersebut. Dan beberapa titik-titik api masih perlu diwaspadai meskipun terlihat kecil.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Surakarta, Gatot Sutanto, mengatakan saat ini penanganan kebakaran sudah diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) selaku pengelola TPA Putri Cempo. “Karena sudah mengecil dan bisa terkendali, sekarang ditangani oleh DLH,” kata Gatot.
Tim DLH masih melakukan pemadaman di titik api dan pendinginan di lokasi yang sudah padam. Tim harus selalu waspada karena angin yang kencang bisa saja membuat kebakaran muncul kembali.
Kebakaran di TPA Putri Cempo ini tak mempengaruhi aktivitas masyarakat di sekitarnya. Terlihat para pemulung juga masih bekerja seperti biasa di sekitar TPA tersebut. Asap tebal yang sempat menyebar di sekitar permukiman warga di Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyarjuga sudah semakin berkurang.
Kebakaran yang melanda TPA Putri Cempo Solo terjadi hampir setiap tahunnya, khususnya di musim kemarau. Namun tahun dari data DLH menyebutkan, luas lahan yang terbakar mencapai 2,5 hektar atau terluas dibandingkan tahun sebelumnya.
Kebakaran terjadi di tumpukan sampah baru yang relatif kering. Selain itu, rongga di sela-sela tumpukan sampah baru umumnya masih longgar sehingga api lebih mudah mendapat pasokan udara mengakibatkan api mudah meluas. yds
