TPS 09 Sambirejo Terunik di Semarang

0
tps unik

KONSEP DEKORASI: TPS 09 Kelurahan Sambirejo memiliki konsep dekorasi suatu pernikahan. Foto: bgy

SEMARANG – Ada yang unik di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di antara TPS – TPS yang tersebar di Kota Semarang dalam pemilihan presiden dan wakil presiden yang bersamaan dengan pemilihan legislatif, secara serentak, Rabu 17 April 2019.

Keunikan TPS tersebut seperti yang  berada di TPS 9, di RT 02 RW04 Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari. TPS ini didesain memiliki konsep seperti pesta pernikahan. Hal tersebut untuk menyambut pesta demokrasi Pemilu 17 April.

Terlihat dari pantauan, terpasang berbagai ornamen – ornamen pelengkap panggung pernikahan. Panggungnya sendiri terbilang cukup besar, memiliki ukuran hampir 10 meter persegi. Ada backgroud, pajangan bunga warna warni dipadu dengan lampu hias dan tata letak yang indah membuat TPS ini benar-benar mirip tempat hajatan dalam suatu pernikahan.

Patung-patung kuda dan angsa yang terbuat dari sterofoam, ditambah kolam buatan dan berbagai tanaman yang diletakkan di depan bawah panggung cukup menambah kesan yang asri. Tak ketinggalan langit-langit yang dihias dari kain membentang menambah kesan megah.

Bagi orang bukan warga Medoho Seruni jika melintas pun bakal tidak menyangka bahwa lokasi yang sebelumnya dijadikan lahan parkir mobil warga telah berubah secara total. Betul-betul seperti panggung pelaminan pernikahan, yang sebetulnya adalah TPS yang digunakan untuk pemilihan presiden dan wakil presiden periode 2019 – 2024 mendatang.

Ketua KPPS TPS 09, RT 02/RT04 Kelurahan Sambirejo Sunarti mengatakan, bahwa dengan dibuatnya konsep unik dalam TPS tersebut bisa membuat warga yang terdaftar di TPS antusias datang dan menggunakan hak pilihnya dalam pemilu, 17 April 2019.

“Harapannya dengan ini semua, warga RT 02 bisa datang dan menyoblos, mas. Konsepnya memang seperti ada suatu pernikahan. Jadi biar rasanya datang ke acara pernikahan. Mereka datang dengan senang,” ujarnya saat ditemui, Rabu (17/4/2019).

Sunarti mengatakan, pembuatan dekorasi panggung dan lain sebagainya tersebut merupakan hasil gotong royong warga. Warga membutuhkan waktu satu minggu guyub mendekorasi TPS tersebut.
“Kalau malam banyak yang ikut gotong royong, ramai-ramai di sini. Kalau pagi atau siang memang sepi, soalnya sibuk kerja. Ndekornya, kemarin pada malam, hari,” tambahnya.

Sementara itu, Atmadji, warga RT 02 menambahkan,  ide pembuatan TPS dengan konsep panggung pernikahan itu muncul saat kumpulan RT beberapa waktu lalu. Setelah dinilai matang, konsep tersebut akhirnya dijalankan dan diwujudkan warga.

“Ini murni swadaya masyarakat. Warga tidak menerima sumbangan atau iuran dari caleg-caleg yang ada. Jadi ini benar-benar dari masyarakat RT 02,” tegasnya.

Dia menerangkan, untuk acara pencoblosan, pihak panitia pelaksana  melakukan Apel terlebih dahulu bersama warga yang datang awal. Setelah itu, digelar makan bersama sebelum prosesi pendaftaran pencoblosan.

“Ada makan bersama. Ada soto dan lain lain. Itu yang mempersiapkan ibu-ibu. Jadi memang kampung di sini  guyub, mudah untuk mengkoordinirnya,” terangnya.

Dia pun berharap, dengan menjadikan TPS memiliki konsep dekorasi pernikahan, seluruh warga RT 02 RW 04 Medoho Seruni, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari bisa memberikan suaranya dalam pilpres 2019.

“Harapannya dari 285 yang terdaftar di DPT itu semua bisa nyoblos dan senang bisa ikut memberikan hak suaranya untuk pemilu 2019,” ucapnya dengan bangga. bgy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version