City Tak Kaget Dihukum Larangan Tampil di Liga Champions

0
74
Manchester City. Foto: twitter

MANCHESTER (Jatengdaily.com) – Manchester City kecewa atas hukuman UEFA tidak boleh tampil di Liga Eropa dua musim, terkait pelanggaran aturan kepatutan finansial (FFP). Kendati demikian, City juga tak kaget atas hukuman berat tersebut, yang membuat mereka tak bisa tampil di Liga Champions dua musim.

Pihak Manchester City menuduh penyelidik UEFA, yang ditangani oleh Badan Pengendalian Finansial Klub (CFCB), sejak awal sudah memperlihatkan sikap yang tidak imparsial, demikian pernyataan laman resmi klub pada Sabtu dini hari WIB.

“Pada Desember 2018, Kepala Penyelidik UEFA telah menyampaikan ke publik hasil dan hukuman yang ingin dikeluarkan untuk Manchester City, bahkan sebelum investigasi dimulai,” tulis Man City.

Man City merujuk kepada Yves Leterme, mantan perdana menteri Belgia yang ditunjuk UEFA menjadi pimpinan penyelidikan kasus klub yang dialiri dana dari Uni Emirat Arab tersebut. Hal itu sempat diprotes secara resmi oleh Man City ke badan disipliner UEFA yang kemudian direkomendasi oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). “Mudahnya, ini kasus yang diinisiasi UEFA, dilakukan UEFA dan diputuskan UEFA,” tulis Man City.

Seperti diketahui Man City dihukum larangan tampil di Eropa pada musim 2020/21 dan 2021/22, artinya mereka tak bisa tampil di Liga Champions maupun Liga Europa. Selain itu juga didenda 30 juta euro (sekira Rp445,6 miliar), karena dinilai memanipulasi laporan keuangan 2012 s.d. 2016.

Walau begitu, perlu diingat pula bahwa City masih bisa melakukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Dengan kata lain, masih ada peluang bahwa hukuman larangan tampil di Liga Champions untuk City ini dicabut. yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here