Stadion Manahan, dari Pacuan Kuda hingga Venue Piala Dunia U-20

0
139
Stadion Manahan Solo setelah direnovasi dan diresmikan Presiden Joko Widodo Sabtu (15/2/2020) hari ini. Foto: yds

SOLO (Jatengdaily.com) – Stadion Manahan Solo, diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), hari ini Sabtu (15/4/2020). Menandai peresmian, digelar laga persahabatn antara Persis Solo melawan Persib Bandung.

Stadion Manahan berdiri di sebuah kompleks olahraga yang sarat sejarah dan sudah ada sejak puluhan tahun silam. Hingga tahun 1989-an, Kompleks Manahan menjadi lapangan umum yang biasa digunakan masyarakat untuk berolahraga.

Selain berdiri lapangan tenis, gedung olahraga (GOR) Manahan, publik Solo di era tahun itu bisa memanfaatkan lapangan sepak bola yang ada di tengah kompleks tersebut secara gratis. Bahkan saking luasnya, bisa terbagi dua lapangan besar, dan sebagian masyarakat menggunakan lapangan kecil di sekelilingnya.

Di lokasi ini juga terdapat spot pacuan kuda. Dibatasi dengan pagar besi mengelilingi lapangan sepak bola. Sedangkan di bagian utara lapangan berdiri bangunan lama berupa tribun penonton yang tidak begitu besar, yang dibangun era Mangkunegaran oleh arsitek asal Belanda Thomas Karsten. Konon lapangan Manahan dulunya dibangun sebagai tempat olahraga kerabat Mangkunegaran. khususnya pacuan kuda.

GOR Manahan, satu kompleks dengan Stadion Manahan masih dalam tahap penyelesaian pembangunan. Foto: yds

Dari tahun ke tahun Kompleks Manahan menjadi pusat olahraga masyarakat Solo. Berbagai kegiatan olahraga selalu dipusatkan di kompleks tersebut. Selain luas, kompleks ini juga dikenal sangat teduh karena ditanam banyak pohon cemara sejak era Mangkunegaran.

Sore hari menjadi pusat kepadatan olahraga warga Solo di Kompleks Manahan. Namun kenikmatan warga Solo memanfaatkan lapangan Manahan sebagai ruang terbuka harus berakhir di tahun 1989, tatkala era Presiden Soeharto membangun Stadion Manahan. Hanya saja pembangunan tersebut juga sempat mangkrak bertahun-tahun hingga akhirnya rampung tahun 1998.

Stadion Manahan adalah persembahan dari yayasan Ibu Tien Soeharto. Pembangunannya dimulai pada tahun 1989 dengan menggunakan lahan seluas 170.000 m2 dan luas bangunan 33.300 m2. Butuh waktu 9 tahun untuk mengubah lahan kosong menjadi Stadion Manahan kokoh bangunan. Dan tepat pada hari Sabtu 21 Februari 1998, stadion Manahan akhirnya diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, H.M.Soeharto.

Sedianya Stadion Manahan dulu bakal menjadi home base salah satu klub Galatama milik anak Soeharto, Sigit Harjojudanto yakni Arseto Solo. Belum sempat boyongan dari Stadion Sriwedari, Arseto bubar setelah peristiwa Reformasi 1998.

Bubarnya Arseto menjadikan Stadion Manahan sempat dipakai home base klub-klub dari luar Solo. Di antaranya Pelita Jaya Jakarta (2000-2001), dan Persijatim Jakarta Timur (2002-2003). Sedangkan Persis Solo sepanjang sejarah lebih sering menggunakan Stadion Sriwedari sebagai home basenya. Baru pada tahun 2006 ketika Persis promosi ke divisi utama, mereka memindahkan homebase ke stadion Manahan.

Persis Solo rencananya juga akan menjadikan Stadion Manahan sebagai home basenya untuk mengarungi Liga 2 tahun 2020 ini. Yang lebih membanggakan bagi warga Solo, Stadion Manahan bakal menjadi salah satu venue Piala Dunia U-20 tahun 2021 mendatang, bersama beberapa stadion di Indonesia. yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here