Rektor Undip berfoto bersama Tiga robot mewakili para wisudawan. Foto: she

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Keikutsertaan robot yang mewakili wisudawan Undip dalam prosesi wisuda ke 159, yang berlangsung Senin sampai Kamis (27-30/7/2019) tidak terlepas dari inovasi para tim.

Tiga robot mewakili para wisudawan yang memiliki nilai terbaik pada masing-masing fakultas. Unik, menarik, dan menonjolkan inovasi dari karya Undip.  Wisuda ke-159 Universitas Diponegoro dilaksanakan secara daring.

Sedangkan Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama SH MHum dan senat melaksanakan prosesi di Gedung Prof Soedarto SH. Wisuda kali ini diikuti oleh 2.561 wisudawan.

Inovasi ini diciptakan oleh Pusat Unggulan Iptek  Perguruan Tinggi (PUI PT) Teknologi Kesehatan Center for Bio Mechanics, Bio Material, Bio Mechatronics, and Bio Signal Processing (CBIOM3S) Undip, di bawah pimpinan Dr Rifky Ismail ST MT selaku kepala lembaga.

Rifky di sela prosesi wisuda kepada wartawan mengatakan, awalnya ide ini berasal dari rektor dan wakil rektor. ‘’Agak mendadak. Bagaiamana kalau wisuda nanti di tengah pandemi Corona, kita membuat robot untuk mewakili wisudawan. Ada media interkatif. Biar ada semacam komunikasi dua arah dengan para wisudawan,’’ demikian kata Rifki menirukan rektor.

Robot wisuda dibuat  dari platform robot yang dibuat untuk membantu tenaga medis. Robot mempresentasikan dan mewakli masing-masing fakultas.

Rektor dan robot wisudawan. Foto: she

Meski konsepnya sederhana, keistimewaannya, ada media interaktif di layar robot yakni di muka robot, dimana layar itu nampak wajah perwakilan wisudawan.

Sehingga ada semacam koneksi dan bisa berjabat tangan serta tatap muka antara wisudawan dengan rektor. ‘’Kemudian, tangannya bisa bersalaman, komunikasi online dengan rektor juga,’’ jelasnya.

Konsepnya, jauh sederhana dari tangan bionik yang dibuat sebelumnya. Basicnya, bisa berputar tangannya bisa bersalaman. ‘’Maka, dengan waktu yang hanya sebulan, awal Juni 2020 sampai Juli 2020 terciptalah tiga robot tersebut dengan dibantu anggota tim. Kita punya sistem motor yang dikendalikan dari jarah jauh, dan dikendalikan dengan remot untuk menggerakkannya,” jelasnya.

Biayanya pun relatif tidak mahal. ”Yakni hanya berkisar Rp 40 Juta sampai Rp 50 juta untuk tiga robot tersebut.,’’ jelas Rifky, doktor lulusan Twente University Belanda ini. She

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here