Ilustrasi. dok.jd

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Industri Pernikahan bukan hanya terkait dengan adat istiadat yang melahirkan pakem atau norma dalam suatu acara pernikahan tersebut. Pergeseran mindset akan penyelenggaraan pernikahan lebih mengarah sebagai dunia industri kreatif saat ini.

Mengusung tema Bumi dalam pernikahan ternyata menerima kesan dan warna tersendiri bagi para pengunjung maupun kedua pengantin. Hal itu terlihat dalam acara yang digelar di Balemong Resort Kabupaten Semarang, belum lama ini.

“Tema Bumi ini mengambarkan suatu diorama mengenai manusia yang hidup berdampingan dengan alam secara seimbang,” ujar Conceptor Event Alvi Wijaya, Selasa (25/2/2020).

Tema ini tampak natural, usai diberikan material-material yang mendukung seperti bambu, tembikar tanah liat, bunga jagung, bunga kering, damen atau batang padi dan ilalang.

Detil materi inilah pine creative desain selaku dekorator menyiapkan latar dekorasi untuk bumi dan Anisa catering sengaja menciptakan booth stal untuk makanan sesuai dengan detil tersebut. Dari sinergi kedua vendor tersebut seting latar bumi bak diorama suatu pernikahan unik di lembah gunung.

Tak lupa upik and the band menghadirkan kroncong kontemporernya dengan kemasan guyon waton atau yang biasa kita kenali komedi musik karena sengaja dihadirkan duo lucu Semarang yaitu Aang dan Bocan. Tentunya tema seragam yang mereka kenakan layaknya orang gunung yang khas dengan sarung dan lurik sebagai identitas Jawa.

Konsep pernikahan bertemakan bumi. Foto: dok

“Kami pun melengkapi busana tim kami dengan wardrobe yang kami namakan redhi mudha, nama ini kami ambil sebagai simbol bahwa tema BUMI kami ketengahkan sebagai bentuk kecintaan kami akan gunung (redhi) sebagai simbol bumi atau alam yang harus kita jaga,” tambahnya.

Suatu kesan tersendiri bagi pelaku jasa konseptor dan organizer pernikahan usai bertemu dengan seorang klien bernama deby philisia. Sejalan dengan ide, seorang debi mempunyai visi dan sudut pandang yang berbeda dalam pesta pernikahan jawa.

“Maklum selama ini pengantin jawa selalu dikaitkan dengan pakem dan seting acara maupun tempat yang selalu mengusung materi yang bersifat khas jawa pada umumnya,” tambah Alvi.

Semoga inspirasi tema BUMI memberi warna tersendiri dalam industri pernikahan kreatif untuk Kota Semarang pada khususnya dan indonesia pada umumnya. Ody-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here