KSBN Jateng Berperan Aktif dalam FGD Moderasi Beragama

Wakil Sekretaris KSBN Jateng Agnes Purwanto saat memberikan masukan dalam FGD tentang Pembuatan Instrumen Moderasi Beragama. Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Provinsi Jawa Tengah berperan aktif dalam Focus Group Discussion tentang Pembuatan Instrumen Beragama di Hotel Grandhika, Semarang, Selasa, 17 November 2020. Dalam forum yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, itu KSBN Jateng mengirimkan delegasi sejumlah 5 orang pengurus. Mereka adalah Gunoto Saparie, Agus Susantijono, Agnes Purwanto, Prastiti KA, dan Yamtini HP.

Ketua III KSBN Jateng Gunoto mengatakan, FGD Pembuatan Instrumen Moderasi Beragama itu selain diikuti oleh KSBN Jateng, juga Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jateng dan Kota Semarang dan para anggota Tim Rumah Moderasi Beragama UIN Walisongo. Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor I UIN Walisongo M. Mukhsin Jamil setelah Ketua Rumah Moderasi Beragama Imam Yahya menyampaikan laporannya.

Dalam FGD tersebut, tambah Gunoto, dibentuk lima kelompok diskusi. Kelompok pertama diketuai Imam Yahya membahas tentang karikatur Nabi Muhammad di Prancis. Kelompok kedua dipimpin Ahmad Mutohar membicarakan mengenai Revolusi Akhlak. Kelompok ketiga dipimpin Sahidin mendiskusikan soal kemenangan Joe Biden dalam Pemilihan Presiden AS. Kelompok keempat diketuai Ruswan membahas tentang Sudan yang berubah menjadi sekuler. Sedangkan kelompok kelima dipimpin Karnadi membahas tentang mengenai wabah covid-19.

“Semua kelompok mendiskusikan masing-masing isu dalam kaitannya dengan sikap dan perilaku moderasi beragama di Indonesia,” katanya seraya menambahkan jika delegasi KSBN Jateng banyak memberikan gagasan dan saran moderasi beragama dalam perspektif kebudayaan.

Menurut Gunoto, lima kelompok diskusi melakukan identifikasi permasalahan dan menentukan poin-poin permasalahan yang terdapat di dalam masing-masing kasus. Mereka kemudian membawa hasil diskusi kelompok masing-masing ke sidang pleno untuk mendapatkan masukan dan tanggapan dari seluruh peserta.

“Pada intinya seluruh peserta sepakat untuk terus menggalakkan semangat moderasi beragama ke seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda. Apalagi hari-hari ini kecenderungan radikalisme dan intoleransi di bidang agama maupun kebudayaan meningkat. Kalau hal ini dibiarkan tentu akan mengancam persatuan dan kesatuan bangsa,” tandasnya. st

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version