in

Memaknai Perjuangan Ansor di Saat Pandemi COVID 19

Oleh Fik Aunul Haq

Gerakan Pemuda Ansor genap berusia 86 tahun. Sudah begitu banyak kontribusi gerakan kepemudaan ini terhadap perjalanan bangsa. Bagi seorang kader dari sebuah organisasi kepemudaan yang besar di Indonesia, sudah selayaknya kita memberi makna, memberi warna dan kemudian membesarkan organisasi ini.

Menilai kembali marwah perjuangan di dalam organisasi ini, menakar kembali ghiroh cita-cita luhur dalam mengharumkan organisasi yang kita cintai ini. Kembali meyakini dan mengimani setiap idiologi yang kita yakini dalam organisasi, idiologi yang kita sepakati akan kita perjuangkan dan membela sampai mati.

Idiologi itu pertama, idiologi ketauhidan dalam beragama, kedua  idiologi kenegaraan dalam berkonstitusi dan ketiga idiologi moralitas dalam menentukan arah politik organisasi

Idologi tersebut adalah sikap dasar yang tidak bisa ditawar lagi oleh seluruh kader Ansor. Idiologi ibarat pondasi dalam persepsi sebuah bangunan rumah. Apabila membangun sebuah rumah, tapi bangunan rapuh pondasinya atau bahkan tidak ada pondasinya, pasti bangunan tersebut tidak akan berumur lama. Sebentar saja akan roboh dan hancur.

Bangunan tersebut akan segera roboh dan hancur apabila angin di sebelahnya ada bangunan baru yang berdiri, inilah anasir, inilah pergesekan alami yang akan terjadi dalam sebuah fenomena sosial. Gesekan itu cepat atau lambat akan dihadapi setiap kader organisasi Ansor, menguji militansi pergerakan seorang kader organisasi, hal tersebut sangat natural, disengaja atau tidak rintangan, hambatan, cobaan dan bahkan konflik pasti akan menghampiri setiap kader kader organisasi, tapi justru inilah yang akan membesarkan sebuah organisasi, justru inilah yang akan membuat kader kader Ansor tertempa dengan matang dan militan.

Sahabat Ansor kini genap berusia 86 tahun. Usia sebuah kode dalam komunikasi modern yang sering kita artikan sebagai sebuah ketaatan dalam menjalankan sebuah perintah, kedisiplinan dalam menjalankan suatu komando dalam era waktu tertentu dan responsif. Pendek kata, 86 tahun adalah jawaban sederhana dalam menangkap suatu perintah. Dimengerti, siap menjalankan perintah”.

Gerakan Pemuda Ansor yang kini genap berusia 86 tahun, dimana ditahun tahun sebelumnya biasanya dirayakan dengan gegap gempita, penuh suka cita, apel akbar, lomba lomba dan banyak sekali kegiatan yang mengiringi setiap perayaan hari ulang tahun Ansor.  Kini harus ikhlas kita lewatkan dengan segala kesederhanaan, dengan segala keprihatinan dan segala kecingkrangan.

Gerakan Pemuda Ansor memasuki usia 86 tahun bersamaan dengan kondisi negara ini sedang diguncang virus. Ketika semua harusnya terlaksana dan terencana baik. Kegiatan pribadi sampai pada kolektif sepontan berubah drastis. Ini dimaknai agar seluruh elemen yang ada di dalamnya tetap bisa bertahan dalam melaksanakan perang terbuka melawan wabah yang mejalela.

Penanganan pageblug ini bukan perkara mudah, bukan sekedar malapetaka biasa, namun sudah menggurita ke setiap aspek dan sendi kehidupan bangsa ini, menyasar semua aspek peradaban bangsa ini secara masif. Perlu tindakan cepat, responsif dan nyata dalam melawan efek virus ini.  Bahkan perlu solusi cepat dalam memberantas dampak COVID 19. Dan yang paling penting dan mendasar dari semua itu, seluruh elemen  bangasa ini harus bersatu cancut taliwondo untuk berlari cepat melawan musibah pandemi ini.

Gerakan Pemuda Ansor sebagai salah satu organisasi kepemudaan terbesar di Indonesia mengambil peran yang strategis dan nyata dalam pertempuran ini. Mulai dari  pemberian edukasi riil terkait COVID 19, pembagian sembako, patroli Kamtibmas hingga memberi pendampingan hukum pada mereka yang mengalami pemutusan hubungan kerja dari perusahaan yang terdampak pandemi COVID 19.

Hal ini adalah pilihan yang tidak bisa ditawar. Pilihan yang harus dilaksanakan oleh seluruh kader Ansor seluruh indonesia. Pilihan untuk mengambil peran nyata dalam penanggulangan wabah ini. Ansor harus responsif dan progresif dalam setiap langkah yang diambil, berkoordinasi dengan pihak pihak terkait, penggalangan dana sosial keanggotaan, hingga menyelesaikan segala persoalan yang timbul di samping masyarakat  karena adanya efek pandemi ini.

Arah pergerakan Ansor yang relefan dimaknai sekarang ini, semangat untuk tetap berbakti pada bangsa dan negara yang sedang terkena musibah. Ini arah perjuangan Ansor yang telah disepakati  dan difahami oleh segenap kader di Indonesia.

Selamat Ulang Tahun Ansor ke 86 tahun. Mari  tetap istiqomah dalam berorganisasi, tetap menjaga niat luhur dalam membesarkan organisasi. Tetaplah berproses secara positif, berhikmad untuk ulama kita, berbakti pada bangsa dan negara tercinta. Yakinlah organisasi ini akan menjadikan kita besar sekarang dan di masa mendatang.

Fik Aunul Haq adalah Anggota Satgas Penanggulangan COVID 19 GP Ansor Kabupaten Semarang. Jatengdaily.com–st

Written by Jatengdaily.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Larangan Mudik Berlaku untuk Semua Daerah

260 Mahasiswa UKSW Tak Mudik, Diminta Bantu Kampanyekan Hidup Bersih