SEMARANG (Jatengdaily.com) – Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia (Munsi) III yang direncanakan berlangsung di Jakarta, 6-8 Oktober mendatang, terpaksa ditunda kegiatannya menjadi tanggal 17-20 November 2020. Hal ini karena ada Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lagi dalam penanganan covid-19 di wilayah Provinsi DKI Jakarta.
Ketua Umum Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT) Gunoto Saparie mengatakan, informasi tentang penundaan Munsi III diperoleh dari Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Muh. Abdul Khak. Apabila pelaksanaan secara tatap muka tidak dapat dilaksanakan karenapandemi Covid-19, Munsi III akan tetap dilaksanakan pada tanggal tersebut secara daring.
Menurut Gunoto, Munsi III yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa itu mengundang 156 sastrawan dari seluruh Indonesia. Dari Provinsi Jawa Tengah terpilih 15 sastrawan dari Jawa Tengah yang diundang untuk mengikuti Munsi III. Mereka dipilih tim kurator dengan mempertimbangkan kelayakan karya dan ketersebaran wilayah. Tim kuratornya terdiri dari Triyanto Triwikromo, Seno Gumira Ajidarma, Maman S. Mahayana, Damhuri Muhammad, dan Kennedi Nurhan,
“Selain saya sendiri, sastrawan Jateng yang akan diberangkatkan keJakarta adalah Abdul Aziz, Afiliasi Ilafi, Arif Fitra Kurniawan, Atmo Tan Sidik, Maufur, Dwi Supriyadi, Kartika Catur Pelita, dan S. Prasetyo Utomo. Selain itu juga Setia Naka Andrian, Siti Choiriyah, Soekoso DM, Titi Setiyoningsih, Theopilus Yudi Setiawan, dan Yunita Widyaningsih,” tambahnya.
Munsi I, tambah Gunoto, diadakan tahun 2016 di Hotel Bidakara, Jakarta. Sedangkan Munsi II tahun 2017 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta. Pada awalnya kegiatan ini berlangsung setahun sekali, namun sejak tahun 2017 disepakati diadakan tiga tahun sekali.
Gunoto menuturkan, tahun ini Munsi III mengusung tema Memajankan Sastra Indonesia di Panggung Dunia. Ada beberapa subtema dalam kegiatan tersebut, antara lain Sastra Daerah sebagai bagian dari Sastra Indonesia, Kekayaan pada Era Digital, Sastra Indonesia dalam Sastra Dunia, Sastrawan, Media, dan Pascarealitas, Sastrawan sebagai Profesi di Panggung Dunia, dan Pendidikan Sastra Indonesia di Panggung Dunia. st


