SEMARANG (Jatengdaily.com) — Pedagang hewan Pasar Karimata Semarang nampaknya terkena dampak negatif dari pemberitaan wabah Virus Corona yang gencar terjadi di Wuhan China.
Sejumlah pedagang hewan Karimata mengatakan, akibat wabah tersebut, membuat omzet dagangannya sedikit mengalami penurunan, namun ada pula yang berpendapat bahwa, transaksi pedagang dan konsumen masih seperti biasa.
Salah satu pedagang Kelelawar atau Kalong, Sutaryadi (47) mengaku dagangannya masih seperti biasa meski saat ini banyak terdengar berita soal virus corona di berbagai media.
“Kalau saya biasa saja sih mas, walaupun lakunya juga nggak mesti, tapi dua tiga hari bisa dipastikan ada yang mencari dan membeli,” ujarnya, Selasa (4/2/2020).
Sutaryadi pun mengaku tidak menggubris isu jika virus tersebut ditularkan dari hewan seperti kelelawar, sebab berjualan kelalawar juga sudah cukup lama, tidak ada masalah.
“Kalau memang isunya begitu pasti sudah dari dulu ada, dan pedagangnya yang bisa dipastikan pertama kali yang kena terkena virus tersebut,” imbuhnya.
Kelelawar dagangannya, dijual dengan harga Rp 25-50 ribu. Tergantung dari ukuran dari kelelawar atau kalong tersebut.
Sementara itu, pedagang lainnya, Marimin (51) mengaku sejak ada isu diduga virus Corona berasal dari hewan kelelawar atau kalong, dia menilai omzet dagangannya mengalami penurunan.
“Seminggu ini pembeli sedikit, biasanya ada yang menghubungi saja untuk pesan,” ucapnya.
Dirinya pun masih tak percaya jika kelelawar bisa menularkan virus Corona. Sebab, hewan malam itu tidak bisa makan sembarangan. Menurutnya, kelelawar hanya pemakan buah-buahan di atas pohon.
“Saya sudah jualan kelelawar selama tujuh tahun tidak pernah kena penyakit apa-apa. Makannya, juga cuma buah, jadi gak sembarangan yang dimakannya,” jelasnya. Ugl–st


